Text
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG ANEMIA DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTRI DI MTSS DARUL MAKRIFAH KECAMATAN BANDA BARO KABUPATEN ACEH UTARA
"Latar Belakang: Anemia merupakan salah satu masalah kesehatan yang signifikan pada remaja putri, disebabkan oleh meningkatnya kebutuhan zat besi selama masa pertumbuhan dan menstruasi.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang anemia dan perilaku pencegahan anemia pada siswi remaja.
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan melibatkan 62 responden yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan pada tanggal 5 Juli 2025 melalui kuesioner tertutup yang telah divalidasi, mencakup aspek pengetahuan dan perilaku pencegahan anemia, serta dianalisis menggunakan uji Chi-Square.
Hasil: Analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 14–15 tahun dan telah mengalami menstruasi, dengan usia menarke terbanyak 13 tahun (38,7%), lama menstruasi rata-rata 7 hari, dan jumlah darah haid dalam kategori normal. Mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang baik (45,2%), namun perilaku pencegahan anemia mayoritas negatif, yaitu 53,2% responden. Item pengetahuan dengan tingkat jawaban benar terendah meliputi pemahaman tentang definisi anemia, gejala nyeri dada dan pegal, serta risiko anemia yang lebih tinggi pada remaja putri. Sementara itu, dua aspek perilaku dengan skor terendah mencakup kebiasaan mengingatkan teman untuk mengonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD) dan pemeriksaan kadar hemoglobin secara rutin. Hasil uji Chi-Square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan dengan perilaku pencegahan anemia (p=0,031).
Kesimpulan: Ada hubungan pengetahuan tentang anemia dengan perilaku pencegahan anemia pada remaja putri di MTSS Darul Makrifah.
Saran: Temuan ini menggarisbawahi pentingnya penguatan edukasi tentang anemia melalui pendekatan berbasis sekolah yang kontekstual, partisipatif, serta melibatkan peran teman sebaya dan pemantauan konsumsi TTD secara berkelanjutan guna membentuk perilaku pencegahan yang lebih efektif di kalangan remaja.
Kata kunci: anemia, remaja putri, pengetahuan, perilaku pencegahan, tablet tambah darah
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain