Text
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI RENDAHNYA PENGGUNAAN KB IMPLANT PADA PASANGAN USIA SUBUR DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS SAMUDERA ACEH UTARA
"Latar Belakang: Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi pemerintah dalam pengendalian pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Metode kontrasepsi jangka panjang seperti Implant dinilai sangat efektif dengan tingkat efektivitas mencapai lebih dari 99%, namun tingkat penggunaannya masih rendah, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Samudera, Kabupaten Aceh Utara. Berdasarkan data tahun 2024, dari 4.766 Pasangan Usia Subur (PUS), hanya 58 orang atau sekitar 1,2% yang menggunakan KB Implant, jauh di bawah pengguna suntik (1.239 orang) dan pil (1.173 orang).
Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya penggunaan KB Implant pada pasangan usia subur (PUS).
Metode Penelitian: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 96 responden yang dipilih secara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan penyebaran kuesioner dan dianalisis menggunakan uji chi-square.
Hasil Penelitian: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan (p=0,012), sosial ekonomi (p=0,023), sosial budaya (p=0,020), dan dukungan suami (p=0,003) terhadap penggunaan KB Implant. Mayoritas PUS yang tidak menggunakan KB Implant memiliki pengetahuan rendah, kondisi sosial ekonomi yang kurang memadai, berada dalam lingkungan sosial budaya yang kurang mendukung, serta tidak mendapat dukungan dari suami.
Kesimpulan: Faktor pengetahuan, sosial ekonomi, sosial budaya, dan dukungan suami berpengaruh terhadap penggunaan KB Implant.
Saran: Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan agar pihak Puskesmas lebih proaktif dalam melakukan penyuluhan yang menyasar masyarakat desa secara langsung dengan pendekatan kultural dan keagamaan, sehingga dapat meningkatkan pemahaman dan penerimaan masyarakat terhadap KB Implant. Pelibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan suami dalam setiap sesi edukasi KB sangat diperlukan untuk menciptakan dukungan sosial yang lebih kuat. Tenaga kesehatan juga perlu meningkatkan kualitas pelayanan dan konseling kepada PUS dengan memberikan informasi yang lengkap, akurat, dan meyakinkan terkait KB Implant.
Kata Kunci: KB Implant, Pasangan Usia Subur, Pengetahuan, Sosial Ekonomi,
Sosial Budaya, Dukungan Suami.
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain