0,05), mengindikasikan adanya faktor lain yang berperan. Kesimpulan dan Saran: Ketidakseimbangan asupan zat gizi makro tidak berhubungan signifikan dengan status gizi balita. Intervensi edukasi gizi berkelanjutan bagi orang tua dan penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor pola asuh, penyakit infeksi, dan kondisi sosial ekonomi diperlukan untuk perbaikan status gizi. Kata kunci: status gizi, zat gizi makro, balita, Aceh Besar"" />
Text
ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA GURAH KECAMATAN PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
"ASUPAN ENERGI DAN ZAT GIZI MAKRO DAN STATUS GIZI PADA BALITA DI DESA GURAH, KECAMATAN. PEUKAN BADA, KABUPATEN. ACEH BESAR
Teuku Muhammad Farid Farhan, Aripin Ahmad Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Aceh
Abstrak
Latar belakang: Status gizi balita mencerminkan kesehatan dan pertumbuhan. anak. Indonesia masih menghadapi masalah gizi ganda yang dipengaruhi oleh asupan makanan tidak adekuat, penyakit infeksi, dan ketidakseimbangan zat gizi makro.
Tujuan: Menganalisis asupan energi dan zat gizi makro serta hubungannya dengan status gizi balita di Desa Gurah, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar.
Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional pada 52 balita usia 6-50 bulan. Status gizi diukur melalui antropometri dengan indeks berat badan menurut tinggi badan (BB/TB) dan dianalisis menggunakan z-score pada aplikasi WHO Anthro. Data asupan energi, protein, lemak, dan karbohidrat
dikumpulkan dengan 24-hour recall dan dianalisis menggunakan NutriSurvey. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat signifikansi 95%
Hasil: Sebagian besar balita memiliki status gizi baik (96,1%), sedangkan 3,9% berisiko gizi lebih. Asupan energi dan karbohidrat mayoritas tergolong kurang, protein cenderung berlebih, dan lemak bervariasi. Tidak ditemukan hubungan signifikan antara asupan zat gizi makro dan status gizi (p>0,05), mengindikasikan adanya faktor lain yang berperan.
Kesimpulan dan Saran: Ketidakseimbangan asupan zat gizi makro tidak berhubungan signifikan dengan status gizi balita. Intervensi edukasi gizi berkelanjutan bagi orang tua dan penelitian lanjutan yang mempertimbangkan faktor pola asuh, penyakit infeksi, dan kondisi sosial ekonomi diperlukan untuk perbaikan status gizi.
Kata kunci: status gizi, zat gizi makro, balita, Aceh Besar"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain