Text
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TENAGA KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENCABUTAN GIGI DI POLI GIGI RSUD ACEH BESAR
"HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TENAGA KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENCABUTAN GIGI DI POLI GIGI RSUD ACEH BESAR
MUHAMMAD ZIKRA
Email : zikramohd4@gmail.com
Mahasiswa Prodi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Prosedur pencabutan gigi sering menimbulkan kecemasan pada pasien yang dapat mempengaruhi kenyamanan mereka selama prosedur. Berdasarkan wawancara awal, sebanyak 6 dari 8 pasien merasa takut sebelum pencabutan gigi, kecemasan ini sering disebabkan oleh ketakutan terhadap rasa sakit, prosedur medis, atau pengalaman negatif sebelumnya. Salah satu pendekatan yang dapat mengurangi kecemasan adalah komunikasi terapeutik.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi dengan tingkat kecemasan pasien yang menjalani prosedur pencabutan gigi di Poli Gigi RSUD Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross-sectional, dilakukan pada tanggal 15-28 Mei 2025, dengan sampel 35 responden yang diambil secara accidental sampling dan seluruh terapis gigi yang terlibat. Data dikumpulkan menggunakan lembar ceklist komunikasi terapeutik dan kuesioner Modified Dental Anxiety Scale (MDAS) untuk mengukur tingkat kecemasan pasien. Analisis hubungan antar variabel dilakukan menggunakan uji Chi-Square.Hasil penelitian menunjukkan bahwa 19 (54,3%) responden dengan komunikasi terapeutik baik memiliki kecemasan dalam kategori ringan yaitu 13 responden (68,4%), sementara 16 responden (45,7%) dengan komunikasi terapeutik kurang baik menunjukkan kecemasan kategori sedang yaitu 10 responden (62,5%) dan berat dengan 5 responden (31,3%). Hasil uji statistik menunjukkan nilai P Value = 0,001, yang mengindikasikan hubungan signifikan antara komunikasi terapeutik dan tingkat kecemasan pasien (p
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain