Text
UJI SENSITIVITAS STIK KUNYIT BUBUK UNTUK MENDETEKSI ADANYA KANDUNGAN BORAKS PADA JAJANAN BAKSO
Penambahan bahan tambahan pangan (BTP) ke dalam makanan telah dilakukan sejak jaman dahulu, salah tujuan penambahan BTP adalah memperpanjang umur simpan makanan. Beberapa jenis bahan tambahan pangan golongan pengawet yang dilarang penggunaannya antara lain, formalin dan boraks. Namun boraks merupakan zat kimia berbahaya yang masih sering gunakan sebagai bahan tambahan pada makanan, seperti bakso, guna meningkatkan kekenyalan dan daya tahan produk. Identifikasi adanya boraks pada makanan bisa dilakukan dengan senyawa kurkumin. Kurkumin merupakan senyawa aktif dalam kunyit yang dapat bereaksi dengan asam borat membentuk senyawa rososianin yang berwarna merah. Penelitian ini bertujuan untuk menguji sensitivitas stik kunyit bubuk sebagai metode sederhana dalam mendeteksi keberadaan boraks pada jajanan bakso. Metode penelitian dilakukan secara eksperimental dengan pendekatan laboratorium dengan variasi konsentrasi larutan kunyit bubuk (10gr/20ml, 10gr/30ml, 10gr/40ml, dan 10gr/50ml) yang diaplikasikan pada tusuk gigi dan digunakan untuk mendeteksi boraks pada bakso artifisial serta sampel jajanan bakso dari 3 tiga lokasi, Beurawe, Lamteh dan Ulee Kareng. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stik kunyit bubuk yaitu mampu mendeteksi boraks secara efektif, terutama pada konsentrasi 10gr/20ml yang memberikan perubahan warna merah paling merata pada stik kunyit bubuk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa stik kunyit bubuk pada jajanan bakso paling efektif untuk mendeteksi boraks adalah pada konsentrasi 10gr/20ml.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain