Text
tinjauan terapi farmakologis pada santri dengan riwayat skabies di pondok pesantren terpadu almujaddid
"TINJAUAN TERAPI FARMAKOLOGIS PADA SANTRI DENGAN
RIWAYAT SKABIES DI PONDOK PESANTREN AL-MUJADDID
KOTA SABANG
ABSTRAK
Skabies merupakan penyakit kulit menular yang sering menjadi masalah kesehatan
masyarakat di lingkungan padat penduduk seperti pondok pesantren, memerlukan
penanganan yang efektif dan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
jenis-jenis terapi farmakologis yang digunakan dan efektivitasnya pada santri
dengan riwayat skabies di Pondok Pesantren Al-Mujaddid Kota Sabang. Metode
penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan teknik pengambilan
sampel accidental sampling, melibatkan 77 santri sebagai responden. Analisis data
dilakukan secara deskriptif dengan tabulasi frekuensi dan persentase. Hasil
penelitian menunjukkan mayoritas responden adalah santri laki-laki (55,8%)
berusia 13-15 tahun (72,8%), kelompok usia yang rentan terhadap penularan di
lingkungan pesantren. Sebagian besar responden telah terinfeksi skabies selama
lebih dari satu minggu (92,3%). Terapi farmakologis yang paling banyak digunakan
adalah Permethrin (41,6%), diikuti oleh Salep 2-4 (31,2%). Namun, teridentifikasi
pula penggunaan obat non-standar seperti Pi Kang Shuang dan Zudaifu Cream
(total 27,3%). Tingkat kepatuhan pengaplikasian obat sangat tinggi, dengan 84,4%
santri melakukan aplikasi lebih dari dua kali. Hasilnya menunjukkan tingkat
kesembuhan sempurna yang sangat tinggi, yaitu 98,7% dari responden, dengan
mayoritas (54,5%) menunjukkan perbaikan gejala dalam 3-5 hari. Kesimpulannya
Terapi farmakologis di Pondok Pesantren Al-Mujaddid Kota Sabang efektif dalam
mengobati skabies, dengan Permethrin sebagai pilihan utama. Kepatuhan santri
yang tinggi dalam pengaplikasian obat merupakan faktor kunci keberhasilan yang
menghasilkan tingkat kesembuhan sangat tinggi.
Kata Kunci: Skabies, Terapi Farmakologis, Santri, Pondok Pesantren, Permethrin,
Salep 2-4"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain