0,05), yang mengindikasikan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel pengetahuan tentang anemia dan kebiasaan konsumsi makanan sumber zat besi. Kesimpulan: Bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat pengetahuan mengenai anemia dengan kebiasaan konsumsi makanan yang mengandung zat besi pada remaja putri di MAN 5 Aceh Besar. Saran: Disarankan agar pihak sekolah lebih proaktif dalam menyediakan alternatif jajanan sehat di lingkungan sekolah, khususnya yang berbasis bahan pangan tinggi zat besi seperti hati ayam, telur, tahu, tempe, serta sayuran berdaun hijau. Kata Kunci: Anemia, Remaja Putri, Pengetahuan, Kebiasaan Konsumsi Zat Besi "" />