SKRIPSI
Efektivitas penurunan kadar chemical oxygen demand cod menggunakan arang aktif kulit jengkol (Pithecelebium Lobatum) pada limbah cair tahu Desa ateuk jawoe kecamatan baiturrahman 2025
"EFEKTIVITAS PENURUNAN KADAR CHEMICAL OXYGEN DEMAND (COD) MENGGUNAKAN ARANG AKTIF KULIT JENGKOL (Pithecelellobium lobatum) PADA LIMBAH CAIR TAHU
DESA ATEUK JAWOE KECAMATAN BAITURRAHMAN TAHUN 2025
Raisa Zakiatul Azmi1, Dwi Sudiarto2
1Mahasiswa Prodi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan Poltekkes Kemenkes Aceh
2Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Tahu merupakan makanan tradisional diolah dari kedelai. Namun, produksi tahu menghasilkan air limbah cair yang banyak. Salah satu parameter yang terkandung dalam limbah cair adalah Chemical Oxygen Demand (COD). Oleh karena itu, diperlukan alternatif untuk menurunkan kadar COD dalam limbah cair tahu. Penelitian ini memanfaatkan kulit jengkol sebagai arang aktif untuk menurunkan kadar COD dalam air limbah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) menggunakan arang aktif kulit jengkol (Pithecelellobium lobatum) pada limbah cair tahu.
Jenis penelitian ini eksperimen semu dengan model Pre – test dan Post – test desain. Metode penelitian menggunakan sampel air limbah cair tahu dan arang aktif kulit jengkol sebagai media filtrasi dengan ketebalan 20 cm, 25 cm dan 30 cm untuk menurunkan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah cair tahu. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 5 februari – 6 maret 2025. Analisis data menggunakan Uji Statistik One Way Anova dan dilanjutkan uji Least Significant Different (LSD).
Hasil uji statistik Anova menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) pada limbah pabrik tahu ( P = 0,000). Kadar Chemical Oxygen Demand (COD) air limbah tahu sebelum perlakuan atau kontrol sebesar 563 mg/L. Persentase penurunan COD pada ketebalan 20 cm sebesar 7,01%, ketebalan 25 cm sebesar 7,35% dan ketebalan 30 cm sebesar 10,10% dari jumlah kadar COD pada kontrol.
Dalam penelitian ini, penurunan kadar Chemical Oxygen Demand (COD) efektif terjadi pada filtrasi dengan ketebalan arang aktif 30 cm dengan kadar COD rata-rata 61,33 mg/L yang mengalami penurunan sebesar 10,10 %. Namun, penurunan dengan ketebalan 30 cm belum memenuhi persyaratan. Disarankan kepada penelitian selanjutnya agar menggunakan ketebalan di atas 30 cm.
Kata Kunci : Arang Aktif Kulit Jengkol (Pithecelellobium Lobatum), Chemical Oxygen Demand (COD), Limbah Cair Tahu."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain