SKRIPSI
Pengaruh Penggunaan Siwak Terhadap Status Kebersihan Gigi dan Mulut Pada Siswa Kelas 10 Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa
"PENGARUH PENGGUNAAN SIWAK TERHADAP STATUS KEBERSIHAN
GIGI DAN MULUT PADA SISWA KELAS 10 MADRASAH ALIYAH
DAYAH RUHUL ISLAM ANAK BANGSA
TALITHA YUSRIAH
Email : talithayusriah@gmail.com
Mahasiswa Prodi Sarjana Terapan Terapi Gigi Jurusan Kesehatan Gigi
Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari
kesehatan umum yang sering kali terabaikan, padahal mulut merupakan pintu
masuk utama berbagai mikroorganisme yang dapat memicu penyakit sistemik.
Perilaku menyikat gigi yang tidak tepat atau tidak konsisten menjadi penyebab
utama rendahnya status kebersihan gigi dan mulut. Salah satu alternatif alami yang
telah lama dikenal dalam menjaga kebersihan mulut adalah siwak (Salvadora
persica), yang mengandung senyawa kimia alami seperti silika, fluor, dan
antibakteri yang dapat memberikan manfaat dalam menjaga kebersihan gigi dan
mulut. Namun, penggunaannya kini mulai tergeser oleh sikat gigi modern, terutama
karena kurangnya edukasi dan sosialisasi. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh
penggunaan siwak terhadap status kebersihan gigi dan mulut pada siswa kelas 10
di Madrasah Aliyah Dayah Ruhul Islam Anak Bangsa. Metode: Penelitian ini
menggunakan quasi experiment dengan rancangan pretest-posttest non-equivalent
control group design. Sampel terdiri dari 38 siswa kelompok intervensi dan 38
siswa kelompok kontrol, jumlah sampel seluruhnya 76. Pengukuran status
kebersihan gigi dan mulut dilakukan menggunakan indeks OHI-S. Data dianalisis
dengan uji paired t-test. Hasil: uji paired t-test menunjukkan terdapat pengaruh
yang signifikan pada kelompok intervensi dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05), di
mana terjadi penurunan skor OHI-S dari 2,255 menjadi 1,189 setelah diberikan
siwak. Sementara itu, kelompok kontrol menunjukkan perubahan yang tidak
signifikan. Kesimpulan dan saran: Penggunaan siwak secara signifikan
berpengaruh terhadap peningkatan status kebersihan gigi dan mulut. Dimana
sebelum diberikan intervensi status kebersihan gigi dan mulut pada kategori baik
hanya 1 siswa (3%) setelah diberikan intervensi terjadi peningkatan menjadi 27
siswa (71%) dengan nilai p = 0,000 (p < 0,05). Disarankan dapat ditingkatkan
edukasi dan membiasakan penggunaan siwak untuk menjaga kebersihan gigi dan
mulut.
Kata Kunci: Siwak, Kebersihan Gigi dan Mulut, OHI-S, Siswa Madrasah"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain