SKRIPSI
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TENAGA KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENCABUTAN GIGI PERMANEN DI POLI GIGI PUSKESMAS MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2019
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK TENAGA KESEHATAN GIGI DENGAN TINGKAT KECEMASAN PASIEN PENCABUTAN GIGI PERMANEN DI POLI GIGI PUSKESMAS MEURAXA KOTA BANDA ACEH TAHUN 2019
Anniqa Humaiya1
1 Mahasiswa prodi D.IV Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
Poltekkes Kemenkes Aceh, Jurusan Keperawatan Gigi, Jln.Soekarno Hatta Desa Lagang Kecamatan Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar
Abstrak
Komunikasi terapeutik perawat gigi sangat mendukung proses keberhasilan pencabutan gigi, dimana komunikasi terapeutik dapat mengurangi tingkat kecemasan pasien sehingga perawat gigi dapat bekerja dengan baik tanpa terpengaruh oleh respon rasa takut dari pasien. Data dari puskesmas Meuraxa Kota Banda Aceh menunjukkan dari 15 pasien pencabutan gigi permanen, 10
pasien diantaranya masih takut untuk melakukan pencabutan gigi dan terlihat tenaga kesehatan gigi masih kurang dalam melaksanakan komunikasi terapeutik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi dengan tingkat kecemasan pasien pencabutan gigi permanen di poli gigi puskesmas meuraxa kota Banda Aceh tahun 2019.
Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional. Dilakukan pada tanggal 08 April sampai 20 April 2019. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan wawancara kepada pasien pencabutan gigi. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 30 responden. Analisis data univariat untuk mengetahui masing-masing variabel. Analisis bivariat menggunakan uji statistic chi-square dengan α≤0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi pada kategori baik berjumlah 13 (43,3%) dengan tingkat
kecemasan pasien paling banyak berada pada kategori sedang yaitu 8 (61,5%). Sedangkan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi pada kategori kurang baikberjumlah 17 (56,7%) dengan tingkat kecemasan pasien paling banyak berada pada kategori berat yaitu 13 (43,3%). Diperolah nilai P Value =0,017. Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi dengan tingkat kecemasan pasien pencabutan gigi permanen (P=0,017). Di sarankan kepada tenaga kesehatan gigi agar selalu dapat menerapkan komunikasi terapeutik dengan baik kepada setiap pasien, khususnya pasien pencabutan gigi untuk meminimalisirkan tingkat kecemasan sehingga perawatan yang dilakukan dapat berjalan dengan lancar.
Kata Kunci : Komunikasi Terapeutik, Tingkat Kecemasan, Pencabutan Gigi Permanen
Tidak tersedia versi lain