SKRIPSI
Gambaran Peresepan Antidiabetik Oral Di Klinik Utama Kasehat Walafiat
"Diabetes Melitus merupakan penyakit tidak menular yang cukup serius dimana
insulin tidak dapat mensekresi secara maksimal oleh pankreas. Data yang diperoleh
dari International Diabetes Federation (IDF) tahun 2022 Prevalensi diabetes di
Indonesia menepati urutan ketujuh tertinggi di dunia. Tujuan Penelitian ini untuk
menggambarkan peresepan antidiabetik oral pada pasien diabetes mellitus di
Klinik Utama Kasehat Walafiat. Penelitian ini bersifat deskriptif, dengan cara
melihat resep yang mengandung antidiabetik oral sebagai instrumen penelitian dan
menggunakan metode penelitian deskriptif dengan menggunakan cross sectional,
kemudian dihitung persentase dengan teknik deskriptif kuantitatif dengan jumlah
sampel sebanyak 255 resep dari 681 resep pasien di Klinik Utama Kasehat Walafiat.
Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien yang menderita diabetes mellitus
pada usia 56-65 tahun (41,96%) mayoritas pasien perempuan (75,70%).
Penggunaan antidiabetik oral golongan sulfonilurea paling banyak diresepkan pada
pasien lansia akhir pada umur 56-65 tahun sebanyak 99 kali di dalam resep.
(86,09%). Golongan obat yang sering diresepkan yaitu golongan sulfonilurea
dengan persentase sebanyak (83,70%). Selanjutnya jenis antidiabetik oral yang
sering diresepkan adalah Glikazid dengan persentase (50%). Antidiabetik
kombinasi yang sering diresepkan Glimepirid 2 mg kombinasi Metformin 500 mg
sebanyak (44,45%).
Kata Kunci : Antidiabetik Oral, Diabetes Mellitus, Glikazid, Glimepirid, Klinik Utama, Resep,
Sulfonilurea."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain