Text
Pengaruh Substitusi Tepung Kacang Tanah Terhadap Daya Terima dan Nilai Gizi Waffle
"ABSTRAK
Latar Belakang: Waffle adalah makanan yang sangat diminati di Indonesia dan berbahan dasar
tepung terigu. Ketergantungan pada tepung terigu ini mendorong inovasi pemanfaatan bahan pangan
lokal seperti kacang tanah. Kacang tanah kaya akan lemak tak jenuh, protein, serat, vitamin, dan
antioksidan sehingga berpotensi meningkatkan nilai gizi waffle serta menurunkan risiko penyakit
kardiovaskular.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung kacang tanah 8%, 16%, dan 24% terhadap
daya terima dan nilai gizi waffle.
Metode: Penelitian ini menggunakan desain eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL)
non-faktorial dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Penelitian dilakukan sejak Februari 2024 –
Februari 2025. Uji organoleptik terhadap parameter warna, rasa, aroma, dan tekstur dilakukan
di Laboratorium Organoleptik Jurusan Gizi, sedangkan uji nilai gizi (kadar air, abu, protein,
lemak, karbohidrat) dilakukan di Laboratorium Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pangan Universitas
Syiah Kuala.
Hasil: Substitusi tepung kacang tanah berpengaruh signifikan terhadap warna (p = 0), rasa (p =
0,048), dan tekstur (p = 0,004) waffle. sedangkan pada aroma tidak ditemukan pengaruh yang
signifikan. Analisis kimia menunjukkan peningkatan kadar air (25,06%-31,72%), protein (4,22%-
6,06%), lemak (2,64%-3,34%), dan karbohidrat (58,11%-63,45%) seiring peningkatan substitusi,
sementara kadar abu menurun (2,19%-1,41%).
Kesimpulan: Substitusi tepung kacang tanah pada waffle menunjukkan pengaruh yang signifikan
terhadap warna, rasa, tekstur, kadar air, kadar abu, protein, karbohidrat, dan lemak. Namun, tidak
ditemukan pengaruh yang nyata terhadap aroma waffle.
Saran: Peneliti merekomendasikan penambahan waktu pemanggangan selama lima menit guna
menghasilkan waffle dengan tingkat kematangan yang lebih optimal serta cita rasa yang lebih gurih.
Kata Kunci: Kacang tanah, Nilai gizi, Waffle"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain