Text
Analisis Peresepan Obat Rasional Pada Kasus ISPA non-pneumonia Anak di Puskesmas Darul Imarah
"Peresepan obat merupakan permintaan tertulis dari dokter atau dokter gigi kepada apoteker, baik dalam bentuk kertas maupun elektronik, untuk menyediakan dan memberikan obat kepada pasien sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Peresepan ISPA non-pneumonia biasanya fokus pada mengatasi gejala dan mencegah komplokasi, bukan pada penggunaan antibiotik. Obat-obatan yang sering digunakan meliputi obat pereda demam dan nyeri, obat batuk, obat untuk peradangan dan infeksi telinga tengah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peresepan obat rasional pada kasus ISPA non-pneumonia anak. penelitian ini bersifat deskriptif dengan teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling dan pengumpulan data dilakukan secara retrospektif yaitu dari bulan Januari s/d September tahun 2024. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Darul Imarah, yang berlangsung pada bulan Desember 2024. Hasil penelitian Analisis Peresepan Obat Rasional Pada Kasus ISPA non-pneumonia anak berdasarkan jenis kelamin laki- laki (55%) dan perempuan (45%), berdasarkan usia 0-12 bulan (11%), 1-5 tahun (70%), 6-12 tahun (19%), berdasarkan obat yang diberikan, berdasarkan kriteria POR yaitu tepat obat (28%), tepat dosis (21%), tepat interval waktu pemberian (27%), dan tepat indikasi penyakit (28%). Hasil penelitian didapatkan kerasionalan resep ISPA non-pneumonia anak sebanyak (20%) dari 100 sampel yang diteliti. Hal ini disebabkan karena masih banyak pemberian antibiotik pada kasus ISPA non- pneumonia. Kesimpulan peresepan obat rasional pada kasus ISPA non-pneumonia anak di Puskesmas Darul Imarah belum rasional.
Kata Kunci: Peresepan, ISPA non-pneumonia, Obat Rasional."
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain