Text
Pengaruh Pemberian Puding Daun Kelor terhadap Status Gizi Pada Balita Gizi Kurang di Wilayah Kerja Puskesmas Simpang Kiri, Aceh Tamiang
Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat, terutama di wilayah
dengan keterbatasan akses pangan bergizi. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah pemanfaatan
pangan lokal bernilai gizi tinggi, seperti daun kelor (Moringa oleifera). Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh pemberian puding daun kelor terhadap peningkatan status gizi balita dengan gizi
kurang di wilayah kerja UPTD Puskesmas Simpang Kiri, Kabupaten Aceh Tamiang. Penelitian ini
menggunakan desain quasi-eksperimen dengan rancangan pretest and posttest control group design. Sampel
penelitian berjumlah 30 balita gizi kurang yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok intervensi
(puding daun kelor) dan kelompok kontrol (puding tanpa daun kelor), masing-masing sebanyak 15 balita.
Intervensi diberikan selama 14 hari. Status gizi diukur menggunakan indikator berat badan menurut umur (BB/U) berdasarkan Z-score WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji Wilcoxon dan uji Mann–
Whitney. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata berat badan pada kedua kelompok
setelah intervensi. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah
intervensi pada kelompok intervensi (p=0,001) dan kelompok kontrol (p=0,017). Namun, hasil uji Mann–
Whitney menunjukkan bahwa perbedaan peningkatan status gizi antar kelompok tidak signifikan secara
statistik (p>0,05). Disimpulkan bahwa pemberian puding daun kelor belum menunjukkan pengaruh
signifikan terhadap peningkatan status gizi balita dalam jangka waktu 14 hari, meskipun memiliki potensi
sebagai alternatif makanan tambahan berbasis pangan lokal bergizi.
Kata Kunci : balita gizi kurang, daun kelor, puding kelor
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain