SKRIPSI
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN RASA TAKUT ANAK PADA TINDAKAN PENCABUTAN GIGI DI PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA
HUBUNGAN KOMUNIKASI TERAPEUTIK DENGAN RASA TAKUT ANAK PADA TINDAKAN PENCABUTAN GIGI DI PUSKESMAS SAMUDERA KABUPATEN ACEH UTARA
ZIKRUNAL ULYA
Email : zikrunalulya56@gmail.com
Mahasiswa Prodi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Salah satu perawatan gigi yang paling ditakuti oleh anak-anak adalah pencabutan gigi. Petugas kesehatan gigi harus memiliki keterampilan berkomunikasi yang bagus agar dapat mempengaruhi pasien untuk mengurangi rasa takut. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan 60% anak masih merasa takut atau tidak kooperatif dalam menerima perawatan gigi, seperti menangis saat didudukkan di dental unit, menutup mulut saat petugas akan memeriksa gigi, melawan saat dilakukan perawatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan komunikasi terapeutik dengan rasa takut anak pada tindakan pencabutan gigi di Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara.Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilakukan di poli gigi Puskesmas Samudera pada tanggal 10-29 Juni 2024. Populasinya adalah tenaga kesehatan gigi dan seluruh pasien anak yang berumur 6-12 tahun yang melakukan pencabutan gigi di Puskesmas Samudera. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin yang berjumlah 35 orang.Hasil penelitian diketahui kategori komunikasi terapeutik baik dengan rasa tidak takut sebanyak 8 (100%) dan tidak ada anak yang mengalami rasa takut.
Kategori komunikasi terapeutik kurang baik dengan rasa tidak takut sebanyak 4 (14,9%) dan yang mengalami rasa takut sebanyak 23 (85,1%).Dapat disimpulkan ada ubungan komunikasi terapeutik dengan rasa takut anak yang melakukan pencabutan gigi di Puskesmas Samudera Kabupaten Aceh Utara dengan hasil uji statitik chi-square diperoleh nilai sebesar p=0,000 (p
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain