Karya Tulis Ilmiah
ANALISIS KANDUNGAN DEKSAMETASON DALAM JAMU PENGGEMUK BADAN YANG BEREDAR DI KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL
ANALISIS KANDUNGAN DEKSAMETASON DALAM JAMU PENGGEMUK BADAN YANG BEREDAR DI KECAMATAN BAITURRAHMAN BANDA ACEH DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI ULTRAVIOLET-VISIBEL
ABSTRAK
Jamu merupakan salah satu obat tradisional dan warisan budaya yang telah digunakan secara turun temurun dalam bidang kesehatan. Salah satu bahan kimia
obat yang sering ditambahkan ke dalam jamu penggemuk badan adalah Deksametason. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan Deksametason dalam jamu penggemuk badan. Jamu penggemuk badan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu empat merk jamu yang tidak teregistrasi BPOM diberi label A, B, C, dan D yang dijual di kecamatan Baiturrahman kota Banda Aceh. Metode pengambilan sampel dilakukan secara total sampling dan di analisis secara kuantitatif dengan metode spektrofotometri UV-Vis. Hasil analisis menunjukkan sampel A, B, C, dan D positif mengandung Deksametason pada panjang gelombang maksimum 236 nm dengan nilai absorbansi 3,794. Kandungan Deksametason pada sampel jamu secara berturut-turut diperoleh konsentrasi dan rata-rata %kadar yaitu sampel A (43,28 ppm ; 2,16%), B (92,39 ppm ; 4,61%), C (26,11 ppm ; 1,30%) dan D (54,42 ppm ; 2,71%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jamu penggemuk badan yang diuji tidak memenuhi kriteria sebagai obat tradisional, karena mengandung bahan kimia obat Deksametason. Hal ini menentang Permenkes RI No.007 Tahun 2012 tentang larangan penambahan bahan kimia obat pada obat tradisional.
Kata kunci : Jamu, Deksametason, Spektrofotometri UV-Visible.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain