Text
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TUA DAN MUDA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) TUA DAN MUDA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
ABSTRAK
Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan salah satu tanaman herbal yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat yang diyakini dapat berfungsi sebagai antibakterial tradisional karena memiliki beberapa efek farmakologis salah satunya yaitu sebagai antibakteri yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh ekstrak etanol daun kersen (Muntingia calabura L.) tua dan muda terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 4 perlakuan yaitu P0 (aquadest sebagai kontrol negatif), P1 (esktrak daun kersen tua ), P2 (ekstrak daun kersen muda) dan P3 (kloramfenikol sebagai kontrol positif ) dan masing-masing 6 kali pengulangan. Hasil uji fitokimia ekstrak daun kersen mengandung alkaloid, terpenoid, saponin dan flavonoid.Berdasarkan hasil uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram, diperoleh rata-rata diameter zona hambat ekstrak daun kersen tua 11,59 mm, dan daun kersen muda 14,35 mm. Hasil uji Anova menunjukkan bahwa ekstrak daun kersen tua dan muda sangat berpengaruh (P=000) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukan bahwa ekstrak daun kersen muda (14,35 mm) berbeda nyata dengan ekstrak daun kersen tua (11,39 mm) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Dapat disimpulkan bahwa daun kersen muda lebih baik dari daun tua dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus.
Kata kunci : Antibakteri, Muntingia calabura L., Staphylococcus aureus
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain