Text
GAMBARAN PENYIMPANAN VAKSIN DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR
GAMBARAN PENYIMPANAN VAKSIN DI PUSKESMAS KRUENG BARONA JAYA KABUPATEN ACEH BESAR
ABSTRAK
Vaksin merupakan sediaan biologis yang harus di perhatikan khusus dikarenakan sangat sensitif. Menurut pedoman pengelolaan vaksin di fasyankes tahun 2021 vaksin adalah produk biologis yang berisi antigen berupa mikroorganisme yang sudah mati atau masih hidup yang dilemahkan, masih utuh atau bagiannya, atau berupa toksin mikroorganisme yang telah diolah menjadi toksoid atau protein rekombinan, yang ditambahkan dengan zat lainnya, yang bila diberikan kepada seseorang akan menimbulkan kekebalan spesifik secara aktif terhadap penyakit tertentu. Penyimpanan vaksin yang tidak sesuai prosedur sangat mempengaruhi kualitas vaksin yang akan diberikan kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran penyimpanan vaksin di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat kuantitatif yang dilakukan pada bulan Maret–April Tahun 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan cara mencheklist lembar observasi, mewawancarai petugas yang bertanggung jawab terhadap vaksin dan melakukan observasi langsung ke
puskesmas pada tempat penyimpanan vaksin. Hasil penelitian tentang gambaran penyimpanan vaksin di Puskesmas Krueng Barona Jaya Kabupaten Aceh Besar,Data yang diperoleh melalui lembar observasi dianalisis secara kuantitatif dengan menggunakan persentase agar penelitian ini bisa untuk didiskripsikan. Menurut pedoman pengelolaan vaksin di fasyankes tahun 2021 vaksin adalah bahan biologis yang mudah rusak, sehingga harus disimpan pada suhu tertentu, biasanya antara 2°C hingga 8°C. Setiap vaksin memiliki persyaratan penyimpanan tertentu,sehingga penting untuk mengetahui persyaratan untuk setiap jenis vaksin. Pelarut vaksin harus disimpan pada suhu antara 2°C hingga 8°C, atau pada suhu ruang yang terlindungi dari sinar matahari langsung. Penting untuk memantau dan mencatat suhu vaksin secara teratur, dan menandai tanggal kedaluwarsa pada semua botol.Vaksin harus digunakan sebelum tanggal kedaluwarsa, dan rotasi stok harus diatur sesuai dengan prinsip First Expired First Out (FEFO) dan harus diambil langkah-langkah untuk memastikan rotasi stok sesuai dengan Vaccine Vial Monitor (VVM). Hasil dari penelitian ini diperoleh hasil bahwa gambaran penyimpanan vaksin di Puskesmas Krueng Barona Kabupaten Aceh Besar meliputi prasarana penyimpanan vaksin dengan persentase nilai 60% tidak memenuhi persyaratan berdasarkan pedoman pengelolaan vaksin di fasyankes tahun 2021, peletakkan vaksin dalam Vaccine Refrigerator dengan persentase nilai 100%, prosedur menjaga kualitas vaksin dengan persentase nilai 100%,pemeliharaan sarana penyimpanan vaksin dengan persentase nilai 100% dengan kategori sesuai yang ditetapkan berdasarkan pedoman pengelolaan vaksin di fasyankes tahun 2021.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain