Text
UJI EFEKTIVITAS AIR PERASAN LIMBAH KULIT UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L) SEBAGAI PEWARNA ALAMI PADA PEMERIKSAAN TELUR CACING STH (Soil Transmitted Helminths)
Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa Prodi DIII TLM
ABSTRAK
Kecacingan merupakan masalah kesehatan umum di seluruh dunia, dan infeksi cacing biasanya terjadi di daerah subtropis dan tropis. Teknik pemeriksaan telur yang paling sederhana adalah metode natif, yaitu menggunakan reagen eosin 2% Reagen eosin 2% relatif mahal dari segi ekonomi dan eosin merupakan bahan kimia yang tidak ramah lingkungan, maka perlu dikembangkan metode yang lebih ramah lingkungan dan terjangkau dengan menggunakan bahan alami, antosianin yang terkandung pada kulit dan umbi ubi ungu berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami. Penelitian ini bertujuan mengetahui apakah air perasan limbah kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) dapat digunakan sebagai pewarna alami pada pemerikasaan telur cacing STH (Soil Transmitted Helminths). Penelitian ini dilaksanakan pada April 2024 di Laboratorium Mikrobiologi Jurusan D III Teknologi Laboratorium Medis Poltekkes Kemenkes Aceh. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen, yaitu penelitian dengan melakukan kegiatan percobaan yang bertujuan untuk mengetahui pemanfaatan air perasan kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L) sebagai pewarna alami pada pemeriksaan telur cacing STH (Soil Transmitted Helminths). Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa struktur kulit dan isi telur dapat dilihat dengan jelas pada sediaan telur cacing Soil Transmitted Helminths dengan menggunakan pewarnaan alami air perasan limbah kulit ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L).
Kata Kunci: Telur cacing STH (Soil Transmitted Helminths), ubi jalar ungu, Eosin 2%, Zat antosianin
Referensi: 3 buku dan 23 Jurnal
Tahun: 2019-2023
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain