Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG AKTIF DAN ASAP CAIR PADA PEREBUSAN MI TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK MI BASAH
PENGARUH PENAMBAHAN ARANG AKTIF DAN ASAP CAIR PADA PEREBUSAN MI TERHADAP UJI ORGANOLEPTIK MI BASAH
"Latar Belakang : Mi basah adalah mi mentah yang sebelum dipasarkan mengalami perebusan dalam air mendidih terlebih dahulu, namun daya simpan mi basah itu yang relatif singkat sehingga salah satu upaya untuk memperpanjang daya simpan mi basah adalah dengan ditambahkan asap cair namun asap cair itu mempunyai bau yang tidak disukai oleh konsumen, jadi untuk mengurangi bau asap cair ditambahkan dengan arang aktif yang memiliki kandungan oksigen yang membuat arang lebih berpori sehingga lebih banyak area permukaan untuk menyerap bau tidak sedap dari aroma asap cair.
Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan arang aktif dan asap cair pada perebusan mi terhadap uji organoleptik mi basah.
Metode : Jenis penelitian yang digunakan ialah bersifat eksperimental dengan perebusan mi dengan penambahan arang aktif dan asap cair kedalam air rebusan, desain penelitian adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non-faktorial dengan 3 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan. Penelitian dilakukan di laboratorium ITP Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan Aceh dengan jumlah panelis 30 orang..
Hasil : Rata-rata panelis memberikan tanggapan agak suka terhadap parameter rasa, aroma, warna, dan tekstur dengan penambahan arang aktif 1.625 gram dan 15 ml asap cair. Panelis memberikan tanggapan tidak suka terhadap parameter rasa, aroma, warna, dan tekstur dengan penambahan arang aktif 325 gram dan 15 ml asap cair.
Kesimpulan : Penambahan arang aktif dan asap cair berpengaruh nyata terhadap rasa, aroma, warna, dan tekstur mi kering.
Saran : Sebaiknya dilakukan penelitian lanjut dengan melakukan uji daya simpan pada mi basah setelah direbus dengan arang aktif dan asap cair.
Kata Kunci : Mi basah, arang aktif, asap cair, organoleptik"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain