Text
Formulasi Brownis Tepung Ubi Jalar Kuning dan Tepung Bekatul Sebagai Alternatif Makanan Selingan Diabetes Mellitus
"FORMULASI BROWNIS TEPUNG UBI JALAR KUNING DAN TEPUNG BEKATUL SEBAGAI ALTERNATIF MAKANAN SELINGAN DIABETES MELLITUS
Putri Rahima1 , Rachmawati2
ABSTRAK
Latar Belakang: Penggunaan tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul dalam brownies dapat menjadi solusi inovatif untuk menciptakan camilan yang lebih sehat bagi penderita diabetes mellitus. Kombinasi kedua bahan ini memberikan manfaat berupa indeks glikemik rendah, kandungan serat tinggi, serta senyawa aktif yang membantu menjaga kadar glukosa darah tetap stabil. Dengan demikian, brownies sehat ini tidak hanya aman dikonsumsi oleh penderita diabetes, tetapi juga dapat menjadi alternatif makanan bergizi yang mendukung pola makan sehat bagi masyarakat secara luas.
Tujuan: Untuk mengetahui formulasi brownis dengan penambahan tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul sebagai alternatif makanan selingan diabetes mellitus
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian ekperimental dengan desain Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan penambahan tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul dengan 3 kali pengulangan. Uji organoleptik tehadap parameter warna, rasa, aroma dan tekstur brownis menggunakan metode uji hedonik dengan 30 panelis semi terlatih yang dilakukan di Laboratorium teknologi pangan dan laboratorium organoleptik, Jurusan Gizi, Poltekkes Kemenkes Aceh. Uji proksimat brownis meliputi kadar air, kadar abu, karbohidrat, protein, lemak dan serat dilakukan di Laboratorium Analisis Pangan dan Hail Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Uji statistik menggunkan uji Anova.
Hasil Penelitian: Hasil uji organoleptik menunjukkan rata-rata panelis memberikan tanggapan agak suka terhadap warna (3,43–3,63), aroma (3,15-3,31), tekstur (2,74-2,96) dan rasa (2,71-3,24) brownis. Hasil uji kimia menunjukkan bahwa brownis dengan formulasi tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul pada analisis kadar air, kadar protein, dan kadar lemak, telah memenuhi standar SNI brownis Sedangkan untuk kadar serat, kadar abu dan karbohidrat belum memenuhi SNI brownis.
Kesimpulan: Formulasi tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul yang berbeda berpengaruh nyata terhadap rasa brownis, dan berpengaruh tidak nyata terhadap warna, aroma dan tekstur brownis. Formulasi tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul yang berbeda berpengaruh nyata terhadap sifat kimia brownis pada analisis kadar serat, berpengaruh tidak nyata terhadap kadar air, kadar abu, karbohidrat, protein dan kadar lemak brownis.
Saran: Diharapkan dapat dilakukan penelitian lanjutan mengenai daya simpan brownis tepung ubi jalar kuning dan tepung bekatul pada suhu ruangan.
Kata kunci : Brownis, Tepung Ubi Jalar Kuning, Tepung Bekatul, Diabetes Mellitus"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain