SKRIPSI
FORMULASI TEMPE DAN OKRA TERHADAP DAYA TERIMA NUGGET SERTA ANALISIS KIMIA KADAR PROTEIN DAN SERAT
FORMULASI TEMPE DAN OKRA TERHADAP DAYA TERIMA NUGGET SERTA ANALISIS KIMIA KADAR PROTEIN
DAN SERAT
Dian Yustika Rini1, Rosi Novita2
ABSTRAK
Pendahuluan: Nugget merupakan produk olahan daging beku melalui proses penggilingan dengan penambahan bumbu dan bahan pengikat kemudian dicetak dan dilumuri tepung roti. Tempe dan okra merupakan salah satu bahan pengikat pembuatan nugget. Tempe mengandung zat gizi tinggi protein, tetapi termasuk bahan pangan yang mudah rusak. Sedangkan okra termasuk zat gizi tinggi serat, tetapi masih terbatas dikonsumsi.
Tujuan: Untuk mengetahui uji organoleptik dan analisis zat gizi protein dan serat pada
nugget tempe dan okra.
Metode Penelitian: Penelitian ini bersifat eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 pengulangan. Analisis kimia yaitu kadar serat dan kadar protein, sedangkan organoleptik menggunakan uji hedonik. Panelis yang digunakan adalah panelis agak terlatih sebanyak 30 orang. Dilaksanakan pada bulan Juni 2019 di Laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi Poltekkes Aceh dan Laboratorium Analisis Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian UNSYIAH. Analisis statistik menggunakan metode uji Anova dan uji lanjut Duncan.
Hasil: Uji organoleptik diperoleh hasil berpengaruh nyata terhadap warna, rasa, aroma, dan berpengaruh tidak nyata terhadap tekstur. Pada uji kimia berpengaruh nyata terhadap protein dan berpengaruh tidak nyata terhadap serat.
Kesimpulan: Uji organoleptik rasa, warna, aroma berpengaruh nyata terhadap nugget, sedangkan tekstur berpengaruh tidak nyata terhadap nugget. Uji kadar serat berpengaruh
tidak nyata pada setiap perlakuan, sedangkan uji kadar protein berpengaruh nyata pada
setiap perlakuan.
Saran: Perlunya modifikasi formula nugget dengan bahan tambahan tinggi serat dan protein selain okra dan tempe.
Kata Kunci : Nugget tempe dan okra, Sifat organoleptik, Sifat kimia
Tidak tersedia versi lain