Karya Tulis Ilmiah
PERBANDINGAN JUMLAH KUMAN PADA SAYUR LALAPAN DENGAN PENCUCIAN AIR YANG BERBEDA
ABSTRAK
Sayur lalapan merupakan sayuran yang dimakan secara mentah dimana masyarakat harus memperhatikan cara pencucian sayuran tersebut agar dapat mengurangi mikroba dalam sayuran. Sayur lalapan banyak di jual di Pasar
Lamdingin Banda Aceh, pedagang sayur lalapan tersebut biasa setiap pagi membeli sayur tersebut karena masih segar dan baru di ekspor dari petani sayuran tersebut. Cara mencuci sayur lalapan yang ingin dimakan pun harus diperhatikan, seharusnya sayur lalapan dicuci dengan air yang mengalir. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui jumlah bilangan kuman pada sayur lalapan dengan pencucian air yang berbeda. Metode yang digunakan adalah deskriptif yaitu penelitian yang bertujuan untuk memberikan gambaran tentang apa yang terjadi sebenarnya. Dengan jumlah 3 jenis sampel sayuran yang dicuci dengan air mengalir dengan air
PDAM dan isi ulang. Hasil penelitian dapat dilihat bahwa dari sampel 1 sampai 12 dengan nilai yang paling tinggi 13.490.000 koloni/gr dan nilai yang paling rendah 1.698.333 koloni/gr pada sampel sayur lalapan yang di jual di Pasar Lamdingin Kota Banda Aceh tidak memenuhi Peraturan Pengawasan Obat dan Makanan yang seharusnya sebanyak 10 5 (100.000) koloni/gr. Setelah dilakukan penelitian terhadap jumlah bakteri pada sayur lalapan dengan pencucian air yang berbeda, maka dapat disimpulkan bahwa sayur lalapan tersebut terkontaminasi bakteri dan tidak layak konsumsi karena tidak memenuhi syarat Peraturan Pengawasan Obat dan Makanan.
Kata Kunci : Sayur lalapan, air PDAM, air isi ulang, Total Plate Count
(TPC)
Sumber Bacaan : 3 Buku, 25 Jurnal, 4 Skripsi
Tahun : 2014-2023
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain