SKRIPSI
Hubungan Komunikasi Teurapeutik Terhadap Rasa Cemas Anak Pada Saat Pencabutan Gigi Di Puskesmas Ulee Kareng KOta Banda Aceh
Hubungan Komunikasi Teurapeutik Terhadap Rasa Cemas Anak Pada Saat Pencabutan Gigi Di Puskesmas Ulee Kareng KOta Banda Aceh
WIDYA UTARI/ P07125220037
"ABSTRAK
Latar Belakang: Kecemasan diartikan sebagai ketakutan,kekhawatiran, atau kecemasan terhadap sesuatu yang terjadi. Kecemasan anak terhadap perawatan gigi dapat menimbulkan perilaku tidak kooperatif dan menggagu proses perawatan gigi.oleh karena itu,diperlukan komunikasi teurapeutik untuk mengatasinya,karena pasien dengan kecemasan memiliki risiko lebih besar untuk tidak dilakukan pencabutan gigi dibanding pasien tanpa kecemasan. Komunikasi terapeutik merupakan komunikasi profesional yang dilakukan oleh perawat atau tenaga kesehatan lainnya, yang direncanakan, mempunyai tujuan, dan difokuskan kepada proses kesembuhan pasien Tujuan:penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan komunikasi teurapeutik terhadap rasa cemas anak pada saat pencabutan gigi di Puskesmas Ulee Kareng. Metode: penelitian ini merupakan peneliian analitik dengan desain cross sectional, dengan melakukan observasi melalui lembar checklist (Facial Image Scale) dan lembar observasi komunikasi teurapeutik tenaga kesehatan .Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pasien anak umur 6-12 tahun yang melakukan pencabutan gigi di Puskesmas Ulee Kareng Kota Madya Banda Aceh pada saat peneliti melakukan penelitian.Hasil: Penelitian menunjukan bahwa dari 30 anak umur 6-12 tahun yang berkunjung ke poli gigi di Puskesmas Ulee Kareng Kota Madya Banda Aceh bahwa adanya Hubungan Komunikasi Teurapeutik Terhadap Rasa Cemas Anak pada Saat Pencabutan Gigi di Puskesmas Uee Kareng Kota Madya Banda Aceh.Mayoritas dalam kategori kecemasan berat berjumlah 16 responden (53,3%) dengan nilai p-value 0,002 (p0,05) Kesimpulan : Dapat disimpulkan bahwa ada hubungan komunikasi terapeutik tenaga kesehatan gigi dengan kecemasan pasien pencabutan gigi. Di sarankan kepada tenaga kesehatan gigi agar selalu dapat menerapkan komunikasi terapeutik dengan baik kepada setiap pasien, khususnya pasien pencabutan gigi untuk meminimalisirkan tingkat kecemasan sehingga perawatan yang dilaksanakan senantiasa berhasil.
Kata kunci : kecemasan anak, Komunikasi Teurapetik
"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain