SKRIPSI
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Gigi dengan Metode Storytelling dan Ceramah Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Pada Siswa SDN.101921 Beringin
Efektivitas Penyuluhan Kesehatan Gigi dengan Metode Storytelling dan Ceramah Terhadap Pengetahuan Kesehatan Gigi Pada Siswa SDN.101921 Beringin
Nurul Fadhilah
Email : nurulfadhilah270412@gmail.com
Mahasiswa Prodi Terapi Gigi Program Sarjana Terapan Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
Abstrak
Latar Belakang: Kesehatan gigi dan mulut adalah hal paling dasar dan vital dalam tindakan pencegahan penyakit. Hasil studi pendahuluan, dari hasil pemeriksaan pada siswa kelas V diketahui bahwa, 7 orang murid di dapati memiliki kesehatan gigi dan mulut dengan kategori kurang baik, dan hanya 3 orang murid yang memiliki kesehatan gigi dan mulut yang baik, dengan nilai rata-rata OHI-S yaitu 2,3 (sedang), sedangkan nilai rata-rata karies yaitu 1,8 ( sedang ). Kondisi ini juah dari target nasional untuk OHI-S yaitu ≤1,2 dan target nasional pada
karies yaitu ≤ 1. Penggunaan metode penyuluhan kesehatan gigi yang tepat dapat memengaruhi peningkatan kesehatan gigi dan mulut. Storytelling dan ceramah merupakan dua bentuk komunikasi yang memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan, pengetahuan, dan nilai-nilai kepada audiens. Storytelling, atau seni bercerita, menggunakan narasi yang terstruktur pesan disampaikan secara lebih personal dan dapat mempengaruhi audiens pada tingkat emosional. Ceramah, di sisi lain, lebih formal dan sering kali bersifat informatif atau edukatif,
di mana seorang pembicara menyampaikan informasi atau pendapat kepada audiens secara langsung.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penyuluhan dengan
metode storytelling dan metode ceramah terhadap pengetahuan kesehatan gigi siswa SDN 101921 Beringin sebelum dan setelah pelaksanaan penyuluhanMetode: Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh murid kelas V di SDN.101921 Beringin. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukkan secara total populasi, yaitu seluruh populasi yang menjadi sampel
dalam penelitian berjumlah 62 responden. Dimana 31 murid diberikan penyuluhan dengan metode storytelling dan 31 orang murid diberikan penyuluhan dengan metode ceramah. Hasil: Hasil penelitian pengetahuan kesehatan gigi sebelum penyuluhan pada kelompok metode ceramah memiliki pengetahuan kurang baik sebanyak 24 responden atau 77% dan pengetahuan sesudah pada kelompok tersebut memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 26 responden atau 84%, sedangkan hasil pengukuran pengetahuan sebelum pada kelompok storytelling memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 23 responden atau 74% dan pengetahuan sesudah penyuluhan memiliki pengetahuan baik yaitu sebanyak 28 responden atau 90%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa metode storytelling lebih efektif dibandingkan dengan metode ceramah dalam meningkatkan kesehatan gigi dan mulut siswa di SDN 101921 Beringin. Dimana hasil Uji T pada variable metode
ceramah diperoleh nilai p-value 0,918 pada variabel storytelling diperoleh nilai pvalue 0,000. Peningkatan pengetahuan, perilaku, dan kesehatan gigi siswa lebih signifikan pada kelompok yang menerima penyuluhan melalui story telling. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa metode storytelling efektif dibandingkan metode ceramah dalam meningkatkan pengetahuan kesehatan gigi siswa di SDN 101921 Beringin Saran : Berdasarkan kesimpulan disarankan agar tenaga kesehatan yang melakukan penyuluh kesehatan gigi dan mulut menggunakan metode storytelling dalam penyuluhan kesehatan gigi dan mulut pada siswa SD.
Kata Kunci: Penyuluhan kesehatan gigi, storytelling, ceramah, pengetahuan"
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain