Karya Tulis Ilmiah
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH LABAN (Vitex pubescens Vahl) YANG TUMBUH DI DALAM DAN LUAR KAWASAN GEOTHERMAL IE SU’UM ACEH BESAR TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK BUAH LABAN (Vitex pubescens Vahl) YANG TUMBUH DI DALAM DAN LUAR KAWASAN GEOTHERMAL IE SU’UM ACEH BESAR TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli
ABSTRAK
Geothermal adalah sumber energi panas yang terkandung di dalam air serta gas lainnya yang secara genetik tidak dapat terpisah dalam suatu sistem panas bumi. Daerah geothermal memiliki suhu dan kadar pH yang lebih tinggi dibandingkan
dengan daerah biasa dan dapat dikaitkan dengan keunikan karakteristik vegetasi tumbuhan yang tumbuh di dalamnya, Salah satunya adalah tumbuhan laban. Buah laban mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, polifenol dan terpenoid yang berperan sebagai antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas serta perbedaan aktivitas antibakteri ekstrak buah laban dalam dan luar kawasan geothermal dengan menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini bersifat eksperimental melalui uji laboratorium menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 6 perlakuan yaitu kontrol negatif (K-), kloramfenikol (K+), ekstrak buah laban geothermal (P1), ekstrak buah laban luar geothermal (P2). Uji mikrobiologi menunjukkan rata-rata diameter zona hambat K- (0,00 mm), K+ (30,08 mm), P1 (15,41 mm), P2 (15,58 mm) pada Staphylococcus aureus. Sedangkan pada Escherichia coli rata-rata diameter zona hambat K- (0,00 mm), K+ (14,58 mm), P1 (22,46 mm), P2 (18,50 mm). Uji anova menunjukkan bahwa ekstrak buah laban yang tumbuh di dalam dan luar kawasan geothermal sangat berpengaruh (P=0,000) terhadap pertumbuhan Staphylococcus aureus dan Escherichis coli. Uji lanjut Duncan menunjukkan ekstrak buah laban yang tumbuh di dalam dan luar kawasan geothermal tidak berbeda nyata dalam menghambat Staphylococcus aureus tetapi berbeda nyata pada Escherichia coli. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak laban yang tumbuh di dalam dan luar kawasan geothermal dapat menghambat pertumbuhan S. aureus dan E. coli namun hanya berbeda nyata pada bakteri E.coli.
Kata kunci: Geothermal, Vitex pubescens Vahl, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, antibakteri.
Tidak tersedia versi lain