Karya Tulis Ilmiah
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL BUAH SAWO MANILA (Manilkara zapota) MUDA TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus)
UJI EFEK ANTIDIARE EKSTRAK ETANOL BUAH SAWO MANILA (Manilkara zapota) MUDA TERHADAP MENCIT JANTAN (Mus musculus)
ABSTRAK
Buah sawo manila (Manilkara zapota) merupakan buah yang mengandung senyawa fitokimia alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, terpenoid dan glikosida yang telah diketahui mempunyai aktifitas sebagai antidiade. Diare merupakan gangguan buang air besar (BAB) ditandai dengan BAB lebih dari 3 kali sehari dengan konsistensi feses cair, dapat disertai dengan darah atau lendir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek antidiare ekstrak etanol buah sawo manila muda terhadap mencit jantan yang induksi oleum ricini. Penelitian ini dilakukan dengan dengan cara memberikan oleum ricini sebagai penginduksi diare setelah itu mencit diberikan ekstrak etanol buah sawo manila muda dengan dosis 50 mg/kgbb, 100 mg/kgbb dan 150 mg/kgbb. Selanjutnya dilakukan pengamatan terhadap: mulai terjadinya diare, konsistensi feses, frekuensi diare, diameter serapan air, bobot feses dan lama terjadinya diare. Untuk pembanding digunakan Na CMC sebagai kontrol negatif dan Loperamid HCl sebagai kontrol positif. Dari hasil pengamatan uji efek antidiare ekstrak etanol buah sawo manila muda untuk saat terjadinya diare pada kontrol negatif Na CMC, kontrol positif Loperamid HCl, dosis 50 mg/kgbb, 100 mg/kgbb dan 150 mg/kgbb secara berturut-turut adalah menit ke 29, 46, 42, 46 dan 50. Lalu untuk frekuensi diare diperoleh hasil rata-rata adalah 4,6;3;4;4;3. Pada parameter bobot feses hasilnya adalah 1,3;0,12;1,19;0,60;0,16 gr. Dan lama terjadinya diare yang diperoleh adalah 246, 203, 232, 225 dan 196 menit.
Kata kunci: antidiare, buah sawo manila, diare, ekstrak etanol.
Tidak tersedia versi lain