Karya Tulis Ilmiah
EVALUASI STABILITAS FISIK DAN DAYA ANTIPERSPIRAN DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis L) DAN MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix Dc)
EVALUASI STABILITAS FISIK DAN DAYA ANTIPERSPIRAN DEODORAN SPRAY EKSTRAK ETANOL DAUN TEHHIJAU (Camellia sinensis L) DAN MINYAK ATSIRI KULIT JERUK PURUT (Citrus hystrix DC)
ABSTRAK
Deodoran merupakan produk yang digunakan untuk mengatasi bau badan yang disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Mekanisme kerja deodoran yaitu untuk mengurangi bau badan dengan cara menekan pertumbuhan bakteri penyebab bau badan dan antiperspiran yang mengurangi keluarnya keringat dengan cara menutup dan menghalangi pori-pori kulit ketiak. Penelitian ini bersifat eksperimental dilakukan untuk memformulasikan dan menentukan stabilitas fisik dari deodoran spray, menentukan aktivitas antiperspiran dari deodoran spray, tingkat kesukaan responden terhadap deodoran spray, formula deodoran spray yang terbaik. Pada penelitian ini dibuat 4 formula dengan F0 (tanpa zat aktif), konsentrasi minyak atsiri kulit jeruk purut masing-masing formula 1,5% dan variasi konsentrasi ekstrak etanol teh hijau 1,5% (F1), 3% (F2) dan 4,5% (F3). uji stabilitas menunjukkan bahwa keempat formula memiliki stabilitas yang baik selama penyimpanan 28 hari pada suhu kamar (25-30°C). Hasil uji antiperspiran menunjukkan bahwa F2 dan F3 memiliki daya antiperspiran dengan persentase antiperspiran sebesar 24,49% dan 38,83%, suatu sediaan dinyatakan memiliki daya
antiperspiran jika dapat menghambat keringat minimal 20%. Daya antiperspiran F2 dan F3 berbeda secara signifikan dengan kontrol positif yaitu Rexona (p≤0,05). Hasil uji kesukaan responden terhadap organoleptis menunjukkan bahwa F3
memiliki tingkat kesukaan tertinggi yaitu sebesar 73%. Formula deodoran spray terbaik dari keseluruhan evaluasi adalah F3.
Kata kunci : deodoran spray, antiperspiran, minyak atsiri kulit jeruk purut, ekstrak teh hijau, stabilitas
Tidak tersedia versi lain