Karya Tulis Ilmiah
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN LABAN (Vitex pubescens Vahl) MUDA DAN TUA DARI KAWASAN GEOTHERMAL IE SEUM ACEH BESAR TERHADAP Candida albicans
UJI AKTIVITAS ANTIJAMUR EKSTRAK DAUN LABAN (Vitex pubescens Vahl) MUDA DAN TUA DARI KAWASAN GEOTHERMAL IE SEUM ACEH BESAR TERHADAP Candida albicans
ABSTRAK
Salah satu tumbuhan di Indonesia yang dapat dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat ialah laban (Vitex pubescens Vahl). Laban banyak terdapat di daerah tropis dan subtropis termasuk Indonesia. Daerah geothermal mata air panas Ie Seum memiliki
suhu dan kadar pH tanah yang lebih tinggi sehingga akan berpengaruh terhadap kandungan senyawa kimia yang terdapat dalam tanaman. Daun laban telah terbukti mengandung metabolid sekunder seperti alkaloid, flavonoid, terpenoid/steroid yang
berfungsi sebagai antijamur. Ada beberapa faktor yang mempengaruhi metabolit sekunder tanaman salah satunya adalah perbedaan usia dan tingkat kematangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan ekstrak daun laban muda dan tua dari kawasan geothermal Ie seum Aceh Besar dalam menghambat pertumbuhan Candida albicans dengan metode difusi cakram. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 3 perlakuan yaitu aquades, ekstrak daun laban muda dan ekstrak daun laban tua dan masing-masing 5 pengulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun laban yang tumbuh di kawasan geothermal Ie Seum Aceh Besar tidak dapat menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Hal ini ditandai dengan tidak terbentuknya zona bening disekitar cakram. Diharapkan dilakukannya pengujian kadar pada ekstrak daun laban muda dan tua dari kawasan geothermal Ie Seum Aceh Besar.
Kata kunci : Antijamur, Vitex pubescens Vahl, Candida albicans, Geothermal
Tidak tersedia versi lain