Karya Tulis Ilmiah
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT MELINJO HIJAU DAN MERAH (Gnetum gnemon L) TERHADAP Staphylococcus aureus
PERBANDINGAN AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT MELINJO HIJAU DAN MERAH (Gnetum gnemon L) TERHADAP Staphylococcus aureus
ABSTRAK
Seiring dengan meningkatnya resistensi bakteri di dunia kesehatan, maka perlu adanya penemuan obat baru. Kulit melinjo memiliki komponen senyawa bioaktif yang diduga berpotensi sebagai antibakteri.`Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan perbedaan kemampuan daya hambat ekstrak etanol kulit melinjo hijau dan merah (Gnetum gnemon L) terhadap
Staphylococcus aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental, uji antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dibagi dalam 3 perlakuan yaitu Aquades (P0), Ekstrak etanol kulit melinjo hijau (P1) dan Ekstrak etanol kulit melinjo merah (P2) dengan masing-masing 6 kali ulangan. Hasil uji fitokimia menunjukkan ekstrak etanol kulit melinjo hijau dan merah mengandung senyawa alkaloid, steroid, terpenoid, flavonoid, fenolik dan tanin. Hasil uji ANOVA (Analysis of Variance) menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit melinjo hijau dan merah sangat berpengaruh dalam menghambat pertumbuhan Staphylococcus aureus (P=0,000). Hasil uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa rata-rata diameter zona hambat yang paling besar adalah ekstrak kulit melinjo hijau (15,9 mm) dan berbeda nyata dengan ekstrak kulit melinjo merah (10 mm). Ekstrak kulit melinjo hijau dan merah dapat
menghambat Staphylococcus aureus.
Kata kunci : Antibakteri, Gnetum gnemon L, Staphylococcus aureus
Tidak tersedia versi lain