Text
PENGEMBANGAN BISKUIT TEPUNG MOCAF DAN HATI AYAM UNTUK BALITA GIZI KURANG
PENGEMBANGAN BISKUIT TEPUNG MOCAF DAN HATI AYAM UNTUK BALITA GIZI KURANG
Nurul Listiani¹, Rachmawati²
ABSTRAK
Latar Belakang :Biskuit adalah salah satu bentuk cemilan yang digemari semua usia terutama balita. Pada tahun 2016, Agustia et al telah menghasilkan produk biskuit tinggi besi yang berbahan dasar tepung mocaf dengan penambahan hati ayam yang ditujukan untuk balita. Kandungan pati mocaf yang tinggi dapat digunakan untuk substitusi tepung terigu dalam pembuatan biskuit.Tepung mocaf memiliki daya kembang yang tinggi, yaitu 54% dan nilai cerna pati 84,35% sehingga menghasilkan biskuit yang lebih lembut,renyah dan mudah dicerna. Hati ayam mengandung zat besi 24,94 mg/100 g.Kandungan protein yang tinggi pada hati (±15 g/100 g) berperan dalam meningkatkan absorbsi zat besi nonheme, pembentuk sel darah merah dan untuk mempertahankan tekanan osmosis darah. Dalam 1 sajian (22,8 gram) biskuit tersebut memiliki kandungan zat besi sebesar 3,2 mg atau dapat memenuhi 35,5% - 40% kebutuhan besi balita.
Metode Penelitian : Uji oganoleptik menggunakan metode hedonic dengan parameter
warna, rasa, aroma, dan tekstur dilakukan di laboratorium Teknologi Pangan Jurusan Gizi yang dilakukan oleh panelis agak terlatih. Uji sifat kimia meliputi kadar air, kadar abu,kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kadar serat dilakukan di laboratorium Analisa Pangan dan Hasil Pertanian Universitas Syiah Kuala. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan percobaan RAL dengan 3 kali perlakuan dan 3 kali pengulangan. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan aplikasi SSPS menggunakan ANOVA dan uji lanjut Duncan multiple test.
Hasil : Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa formulasi biskuit dengan
penambahan tepung mocaf 85 g dan hati ayam 15 g (F3) dan penambahan tepung mocaf
80g dan hati ayam 15 g (F1) lebih disukai panelis pada parameter rasa, aroma, tekstur dan warna .Hasil uji kimia menunjukkan bahwa kadar air, serat, dan karbohidrat memenuhi standar SNI Biskuit,dan nilai abu, lemak dan protein tidak memenuhi standar SNI biskuit.
Kesimpulan : Penambahan tepung mocaf dan hati ayam dengan proporsi yang
berbeda berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik biskuit pada parameter tekstur(P value < 0,05) dan berpengaruh nyata terhadap sifat kimia biskuit pada analisis kadar protein (P value < 0,05).
Saran : Diharapkan kepada peneliti selanjuynya dapat lebih memperhatikan cara
pemanggangan nya agar tidar terjadi kekurangan zat gizi lainnya.
Kata kunci : Biskuit, Gizi kurang, Tepung mocaf, Hati ayam, Uji organoleptik, Uji kimia
¹ Mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan
Kemenkes Aceh. E-mail:nurullistiani09082018@gmail.com
² Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh. E-mail:
rachma_gz@yahoo.com
Tidak tersedia versi lain