Text
EFEKTIVITAS KONSELING GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU DAN LEAFLET TERHADAP KONSUMSI MAKANAN SUMBER PURIN DAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN HIPERURISEMIADI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
EFEKTIVITAS KONSELING GIZI MENGGUNAKAN MEDIA BUKU SAKU DAN LEAFLET TERHADAP KONSUMSI MAKANAN SUMBER PURIN DAN KADAR ASAM URAT PADA PASIEN HIPERURISEMIA
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PERAWATAN KUALA BATEE KABUPATEN ACEH BARAT DAYA
Nahtadya Laula 1, Nunung Sri Mulyani 2
ABSTRAK
Latar Belakang: Asam urat adalah hasil dari metabolisme di dalam tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebihan. Berdasarkan data WHO 2017, prevalensi hiperurisemia didunia sebanyak 34,2%. Prevalensi diagnosis dokter di Aceh 13,3%, dan prevalensi penyakit sendi di Aceh Barat Daya sebanyak 14,37 %. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas konseling gizi menggunakan media buku saku dan leaflet terhadap konsumsi makanan sumber purin dan kadar asam urat pada pasien hiperurisemia di Wilayah Kerja Puskesmas Perawatan Kuala Batee Kabupaten Aceh Barat Daya.
Metode penelitian: Jenis penelitian Quasi Eksperimental dengan desain two group pre tes dan post tes untuk melihat efektivitas konseling gizi menggunakan media buku saku dan leaflet terhadap konsumsi makanan sumber purin pada pasien hiperurisemia. Sampel penelitian berjumlah 40 orang yang terdiri dari 20 orang menggunakan media buku saku dan 20 lainnya menggunakan media leaflet. Variabel yang diteliti adalah konsumsi makanan sumber purin yang dikumpulkan melalui wawancara menggunakan food recall dan kadar asam urat dikumpulkan melalui pemeriksaan kadar asam urat menggunakan Easy Touch GCU. Analisis data dilakukan dengan menggunakan dependen t-tes dan independen t-tes.
Hasil: Rata-rata konsumsi makanan sumber purin sebelum 224.49 mg dan sesudah
172.180 mg konseling gizi menggunakan media buku saku, dan rata-rata konsumsi
makanan sumber purin sebelum 260.64 mg dan sesudah 234.02 mg konseling gizi
menggunakan media leaflet. Rata-rata kadar asam urat sebelum 7.710 mg dan sesudah 6.435 mg/dL konseling gizi menggunakan media buku saku, dan rata-rata kadar asam urat sebelum 7.930 dan sesudah 6.425 mg/dL konseling gizi menggunakan media leaflet.
Kesimpulan: Media buku saku lebih efektif digunakan sebagai konseling gizi terhadap konsumsi makanan sumber purin pada pasien hiperurisemia dan media leaflet lebih efektif digunakan sebagai konseling gizi terhadap kadar asam urat pada pasien hiperurisemia.
Saran: Diharapkan kepada petugas kesehatan di Puskesmas agar dapat menggunakan
media buku saku dan leaflet untuk memudahkan penyampaian informasi dalam
penurunan konsumsi makanan tinggi purin dan kadarasam urat pada pasien hiperurisemia.
Kata Kunci: Konseling Gizi, Buku Saku, Leafleat, Makanan Sumber Purin, Kadar Asam Urat
_________________________________________________________
1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi Dan Dietetika Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain