Text
PENGARUH PENAMBAHAN TAPE SINGKONG TERHADAP DAYA TERIMA SCHOTEL SERTA UJI KANDUNGAN PROTEIN
PENGARUH PENAMBAHAN TAPE SINGKONG TERHADAP DAYA TERIMA SCHOTEL SERTA UJI KANDUNGAN PROTEIN
Halimatus Sakdiyah1, Ichsan²
ABSTRAK
Latar Belakang: Tepe merupakan salah satu produk pangan fermentasi yang terkenal di Indonesia sesudah tempe. Kelebihan lain dari tape adalah kempuannya mengikat dan mengeluarkan aflotosin dari tubuh. Konsumsi dalam batas normal diharapkan mereduksi aflatoksin tersebut. Schotel memiliki rasa yang gurih dan creamy tetapi dengan berkembangnya dunia kuliner schotel sekarang memiliki variasi rasa yang beracam-macam, maka penelitian ini membuat schotel dengan berbahan dasar tape singkong.
Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh penambahan tape singkong 300 gram, 400 gram dan 500 gram terhadap daya terima schotel serta uji kandungan Protein.
Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian exprimental dengan rancangannya Rancangan Acak Lengkap (RAL) Non Faktorial dengan tiga perlakuan dan tiga pengulangan.Variabel penelitian ini adalah Uji Protein dan Uji Organoleptik (warna, aroma, rasa dan tekstur) penambahan tape singkong terhadap daya tarima Schotel. Bila analisis menentukan perbedaan yang nyata diantara perlakuan yang dilakukan dilanjutkan dengan uji Duncan’s Multiple Test
Hasil Penelitian: Daya terima schotel dengan penambahan tape singkong terhadap warna yang diterima dan paling banyak disukai yaitu dengan penambahan tape singkong 500 gram nilai ratarata 4,10 kriteria suka. Daya terima schotel dengan penambahan tape singkong terhadap aroma yang diterima dan paling banyak disukai yaitu dengan penambahan tape singkong 500 gram nilai rata-rata 4,00 kriteria suka. Daya terima schotel dengan penambahan tape singkong terhadap rasa
yang diterima dan paling banyak disukai yaitu dengan penambahan tape singkong 300 gram nilai rata-rata 4,16 kriteria suka. Daya terima schotel dengan penambahan tape singkong terhadap tekstur yang diterima dan paling banyak disukai yaitu dengan penambahan tape singkong 400 gram dan 500 gram nilai rata-rata 3,97 dan 4,12 kriteria suka. Kandungan protein tertinggi yaitu pada penambahan tape singkong 300 gram nilai rata-rata 5,32 kriteria sanngat suka.
Kesimpulan: Menunjukkan bahwa penambahan tape singkong 300 gram, 400 gram dan 500 gram berpengaruh nyata terhadap sifat organoleptik dengan taraf signifikan (P value < 0,05). Hasil uji protein berpengaruh nyata terhadap kadar protein.
Saran: Bagi masyarakat yang ingin mengembangkan schotel, penambahan tape singkong yang disarankan adalah 300gram untuk kandungan protein yang cukup.
Kata kunci : Schotel, Tape Singkong, Daya Terima Schotel, Kandungan Protein
1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi Dan Dietetika, Jurusan Gizi,
Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh.
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes, Aceh.
Tidak tersedia versi lain