Text
FAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA ANAK BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
FAKTOR RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA ANAK BADUTA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL
IMARAH KABUPATEN ACEH BESAR
Satira Fuady 1, Adri Idiana 2,, Nurlaili Ramli 2
INTISARI
Latar belakang : Secara global, stunting menjadi salah satu tujuan dari Sustainable
Development Goals (SDGs). Indonesia berproses mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs ke-2 yaitu mengakhiri kelaparan, mencapai ketahanan pangan dan nutrisi yang lebih baik dan mendukung kehidupan berkelanjutan. Stunting mendapat
perhatian lebih karena berdampak bagi kehidupan anak sampai tumbuh besar, terutama
risiko gangguan perkembangan fisik dan kognitif apabila tidak segera ditangani dengan baik.Stunting dapat memberikan dampak bagi kelangsungan hidup anak diantaranya adalah dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas, penurunan perkembangan kognitif, motorik,bahasa dan berdampak pengeluaran biaya untuk kesehatan. Prevalensi stunting pada anak baduta di Indonesia tahun 2020 adalah sebesar 10,4% dan Provinsi Aceh merupakan Provinsi tertinggi urutan ke 10 yaitu sebesar 14,7%.
Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui faktor risiko terjadinya stunting pada anak baduta di Wilayah Kerja Puskesmas Darul Imarah Kabupaten Aceh Besar tahun 2022.
Metode Penelitian : Metode penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan
Retrospektif Sampel dalam penelitian ini adalah balita stunting sebanyak 70 orang, waktu penelitian dilakukan pada tanggal 21-26 Juni 2022, analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat dengan uji statistik chi square.
Hasil Penelitian : Menunjukkan ada hubungan BBLR dengan stunting dengan P Value =
0,009 (< 0,05) dan nilai RR 1,209, pemberian ASI Eksklusif dengan P Value = 0,010 (<
0,05) dan nilai RR 5,489, penyakit infeksi dengan P Value = 0,010 (< 0,05) dan nilai RR 1,203, premature P Value = 0,046 (< 0,05) dan nilai RR 1,183.
Kesimpulan Dan Saran : Ada hubungan BBLR, pemberian ASI Eksklusif, penyakit infeksi
dan premature dengan stunting. Diharapkan bagi ibu yang memiliki anak baduta untuk
meningkatkan pengetahuan tentang stunting dengan menggali informasi dari beberapa
sumber terutama dari petugas kesehatan untuk mendapatkan informasi yang akurat tentang bahaya stunting
Kata Kunci : Stunting, BBLR, Pemberian ASI Eksklusif, Penyakit Infeksi,Prematur
1 Mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain