Text
ANALISIS DAYA TERIMA COOKIES TEPUNG DAUN KATUK DAN TEPUNG IKAN GABUS SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM 2023
ANALISIS DAYA TERIMA COOKIES TEPUNG DAUN KATUK DAN TEPUNG IKAN
GABUS SEBAGAI MAKANAN TAMBAHAN PADA IBU HAMIL DI KECAMATAN
SIMPANG KIRI KOTA SUBULUSSALAM 2023
Ayu Souraya1, Junaidi, SST, M.Kes2
ABSTRAK
Latar Belakang : Ibu hamil yang mengalami anemia gizi besi atau rendahnya kadar hemoglobin darah adalah suatu kondisi kekurangan jumlah sel darah merah. Ikan gabus mengandung protein yang tinggi 25,2%. Ikan gabus memiliki kandungan albumin yang cukup tinggi, berguna untuk membantu proses penyembuhan luka pasca operasi. Daun katuk memiliki efek laktagogum (pelancar ASI). Pemanfaatan daun katuk dan ikan gabus sebagai tambahan bahan dasar pembuatan cookies adalah banyak mengandung zat gizi yang sangat cocok untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Daun katuk dan ikan gabus dapat diolah menjadi produk tahan lama, mudah
disimpan, bernilai tinggi yang dapat diolah menjadi tepung, penambahan tepung ikan gabus dan tepung daun katuk sebagai bahan subsitusi untuk meningkatkan nutrisi cookies terutama kandungan gizi didalamnya.
Tujuan : Untuk mengetahui pengaruh penambahan daun katuk dan ikan gabus terhadap daya terima dan analisis proksimat cookies daun katuk dan ikan gabus
Metode Penelitian : Penelitian ini bersifat eksperimental dengan percobaan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan ulangan sebanyak 3 kali. Pengolahan dan analisis data dilakukan dengan menggunakan ANOVA (Analisis Of Varians) dan uji lanjut Duncan.
Hasil : Penambahan daun katuk dan ikan gabus berpengaruh nyata terhadap tekstur dan rasa dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma,. Rata-rata yang paling disukai panelis
terhadap aspek rasa,warna, aroma, dan tesktur adalah pada penambahan 20 gram daun katuk dan ikan gabus.
Kesimpulan : Cookies daun katuk dan ikan gabus dengan penambahan daun katuk dan ikan gabus 10 gr, 20 gr, dan 30 gr berpengaruh nyata terhadap tekstur dan rasa dan tidak berpengaruh nyata terhadap warna dan aroma. Rata-rata panelis lebih menyukai F2 yaitu 20 gram tepung daun katuk dan 20 gram tepung ikan gabus. Analisis proksimat pada F2 sebagai formula terpilih memiliki nilai kadar air yaitu 7,89%,kadar abu 0,85%, kadar lemak 4,66%, kadar protein 3,71%, kadar serat
3,45%, dan kadar karbohidrat 79,48%.
Saran : Diharapkan dapat memanfaatkan daun katuk dan ikan gabus sebagai alternatif sumber bahan pangan lokal dengan nilai gizi dan ekonomi yang baik.Untuk penelitian selanjutnya pembuatan cookies disarankan untuk menambah bahan pangan tinggi protein untuk meningkatkan kandungan gizinya.
Kata Kunci : Cookies, Daun Katuk, Ikan Gabus, Daya Terima, Analisis Proksimat.
_____________________________________
1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi Dan Dietetika, Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain