Text
HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH ACEH BESAR
HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BERAT LAHIR RENDAH DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK USIA 24-59 BULAN DI WILAYAH ACEH BESAR
Alfira Dwi Utari¹, Kartinazahri²,Yulia Fitri³
INTISARI
Latar belakang : Tingginya angka kejadian stunting di Indonesia di sebabkan berbagai faktor salah satunya adalah BBLR. Berdasarkan data tahun 2020 sebanyak 22 % atau sekitar 149,2 juta balita di dunia mengalami kejadian stunting. Target penurunan stunting yang ditetapkan oleh WHO adalah 20 %.Berdasarkan data dari profil kesehatan Aceh pada tahun 2022 angka kejadian stunting pada balita di Aceh Besar sebesar 32,4%
Tujuan penelitian : Untuk mengetahui hubungan anatara riwayat bayi berat lahir rendah dengan kejadian stunting pada anak usia 24-59 di wilayah Aceh Besar Tahun 2023`Metode Penelitian : Desain Penelitian ini observasional analitik dengan pendekatan retrospektif kohort. Adapun teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling, sampel dalam penelitian ini adalah anak usia 24-59 bulan yang di ambil berdasarkan kriteria inklusi dan ekslusi, penelitian di lakukan pada 5 kecamatan yaitu Kuta Baro, Ingin Jaya, Indrapuri, Montasik dan Seulimuem.
Hasil Penelitian : Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa anak stunting dengan klasifikasi pendek 77,7%) lebih tinggi dibandingkan dengan anak yang klasifikasi sangat pendek (22,3), analisis penelitian ini juga menunjukkan terdapat hubungan antara riwayat bayi berat lahir rendah dengan kejadian stunting dengan nilai diperoleh p=0,004 (α
Tidak tersedia versi lain