SKRIPSI
PENGARUH PERBEDAAN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria Trifasciata Laurentii) DAN SIRIH GADING (Epipremnum Aureum) TERHADAP PENURUNAN KARBON MONOKSIDA (CO) TAHUN 2022
PENGARUH PERBEDAAN TANAMAN LIDAH MERTUA (Sansevieria Trifasciata Laurentii) DAN SIRIH GADING (Epipremnum Aureum) TERHADAP PENURUNAN KARBON MONOKSIDA (CO) TAHUN 2022
Fipi Elida 1, Khairunnisa 2.
1 Mahasiswa Prodi Sanitasi Lingkungan Program Sarjana Terapan PoltekkesKemenkes Aceh.
2 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh.
ABSTRAK
Udara yang bersih saat ini sulit didapatkan tidak hanya diluar ruangan tetapi juga didalam ruangan. Hal ini bisa disebabkan karena adanya bahan-bahan pencemaran dilingkungan, salah satunya adalah asap rokok. Tanaman lidah mertua (Sansevieria Trifasciata Laurentii) dan sirih gading (Epipremnum aureum) dapat digunakan sebagai penurunan karbon monoksida pada asap rokok. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tanaman yang paling efektif terhadap penurunan karbon monoksida (CO) pada tanaman lidah mertua (Sansevieria trifasciata laurentii) dan sirih gading (Epipremnum aureum).
Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen semu, pengujian dilakukan pada tanaman yang sudah dimasukkan pada kotak kaca, kemudian dipapari asap rokok. Pengukuran paparan kadar karbon monoksida dengan menggunakan alat CO digital. Hasil penelitian didapatkan pada tanaman lidah mertua (Sansevieria Trifasciata Laurentii) sebesar 143 ppm (55.9%) dan pada tanaman sirih gading (Epipremnum aureum) sebesar 160 ppm (50.4%). Menurut uji statistik tanaman lidah mertua (Sasevieria trifasciata laurentii) dan tanaman sirih gading (Epipremnum aureum) tidak menunjuk perbedaan yang signifikan, akan tetapi dalam pengaruh tanaman ada. Disarankan bagi masyarakat dapat memanfaatkan tanaman sebagai penurunan kadar karbon monoksida dan menanamnya didalam ruangan maupun diluar ruangan.
Kata Kunci: Penurunan Karbon Monoksida (CO)
Tidak tersedia versi lain