Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIJAMUR DAUN PALA (Myristica fragrans) PADA JAMUR Candida albicans
ABSTRAK
Fungi yang merugikan menyebabkan penyakit, salah satunya adalah Candida albicans. Penyakit yang disebabkan oleh Candida disebut Kandidiasis. Kandidiasis merupakan infeksi yang paling sering terjadi diantara seluruh infeksi jamur yang ada. Pengobatan penyakit yang disebabkan oleh infeksi fungi menggunakan antibiotik. Penggunaan antibiotik tersebut menyebabkan resistensi dan dapat menimbulkan efek samping yang kurang baik untuk kesehatan. Sehingga perlu ditemukannya pengobatan alternatif menggunakan bahan alam, yaitu salah satunya menggunakan daun pala. Daun pala mengandung senyawa alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, steroid, polifenol, dan triterpenoid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pelarut terhadap aktivitas antijamur daun pala terhadap Candida albicans dengan menggunakan metode difusi cakram. Penelitian ini bersifat eksperimental yaitu dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 6 pengulangan yaitu Aquadest sebagai kontrol negatif, ekstrak etanol, ekstrak etil asetat, dan ekstrak n-heksana. Hasil uji mikrobiologi diperoleh rata rata diameter zona hambat terhadap jamur Candida albicans yaitu hanya pada ekstrak etil asetat (14,00 mm), sedangkan pada ekstrak etanol dan n-heksana tidak memiliki zona hambat dalam menghambat pertumbuhan jamur Candida albicans. Hasil uji Anova yang diperoleh bahwa ekstrak daun pala dengan variasi jenis pelarut sangat berpengaruh (P=0,000) terhadap pertumbuhan jamur Candida albicans. Hasil uji lanjut Duncan diperoleh bahwa ekstrak etil asetat memiliki perbedaan nyata dengan ekstrak etanol dan ekstrak n-heksana (P0,05).
Kata kunci : Antifungi, Daun Pala, Jenis Pelarut, Candida albicans.
Tidak tersedia versi lain