Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH PELARUT TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI DAUN PALA (Myristica fragrans) PADA BAKTERI Staphylococcus epidermidis DAN Propionibacterium acnes
ABSTRAK
Jerawat merupakan salah satu kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Untuk mengobati kerusakan pada kulit, penggunaan ekstrak tumbuhan yang memiliki aktivitas antimikroba sangat membantu dalam penyembuhan. Salah satunya yaitu daun pala (Myristica fragrans). Daun pala mengandung alkaloid, saponin, tannin, flavonoid, steroid, polifenol dan triterpenoid. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan pelarut yang paling sesuai untuk menghasilkan ekstrak terbaik yang memiliki aktivitas antibakteri ekstrak daun pala pada Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes dengan metode difusi cakram. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu aquadest (P0), ekstrak etanol (P1), ekstrak etil asetat (P2) dan ekstrak n-heksana (P3). Hasil uji mikrobiologi diperoleh rata-rata diameter zona hambat terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis yaitu pada ekstrak etanol (18,66 mm), ekstrak etil asetat (22 mm), dan pada bakteri Propionibacterium acnes rata-rata diameter zona hambat pada ekstrak etanol (19,50 mm), ekstrak etil asetat (26,16 mm) dan ekstrak n-heksana (10,83 mm). Hasil uji anova yang diperoleh bahwa ekstrak daun pala dengan variasi jenis pelarut sangat berpengaruh (P=0,000) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes. Setelah dilakukan uji lanjut Duncan diperoleh hasil ekstrak etanol dan ekstrak etil asetat memiliki perbedaan nyata dalam menghambat bakteri Staphylococcus epidermidis tetapi tidak berbeda nyata pada ekstrak n-heksana. Sedangkan pada bakteri Propionibacterium acnes memiliki perbedaan nyata antar perlakuan ekstrak etanol, ekstrak etil asetat dan ekstrak n-heksana.
Kata kunci: Antibakteri, Myristica fragrans, Jenis pelarut, Staphylococcus epidermidis, Propionibacterium acnes
Tidak tersedia versi lain