Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT GLIBENKLAMID DAN METFORMIN HIDROKLORIDA DI PUSKESMAS KUTA BLANG KABUPATEN BIREUEN PERIODE JANUARI – AGUSTUS 2021
GAMBARAN PENGGUNAAN OBAT GLIBENKLAMID DAN METFORMIN HIDROKLORIDA DI PUSKESMAS KUTA BLANG KABUPATEN BIREUEN PERIODE JANUARI – AGUSTUS 2021
ABSTRAK
Diabetes Mellitus merupakan penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja insulin atau kedua – duanya. Hasil Riskesdas 2018 menyebutkan penderita diabetes mellitus di Indonesia mencapai 8,5%, dan di Aceh mencapai 69% pada tahun 2019. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Obat Glibenklamid dan Metformin Hidroklorida di Puskesmas Kuta Blang Kabupaten Bireuen Periode Januari – Agustus 2021. Metode yang digunakan adalah bersifat observasi deskriptif yaitu untuk mengetahui Gambaran Penggunaan Obat Glibenklamid dan Metformin Hidroklorida di Puskesmas Kuta Blang. Sampel dalam penelitian ini adalah jumlah resep yang mencantumkan obat Glibenklamid dan obat Metformin Hidroklorida yang berjumlah 56 resep. Teknik pengambilan sampel secara total sampling dari bulan Januari – Agustus 2021. Hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa penggunaan Glibenklamid dan Metformin Hidroklorida yang paling banyak adalah kombinasi obat Glibenklamid dan Metformin Hidroklorida sebanyak 26 resep (46,4%), sedangkan obat Glibenklamid sebanyak 11 resep (19,6) dan Metformin Hidroklorida sebanyak 19 resep (33,9). Berdasarkan jenis kelamin, sebagian besar diresepkan kepada penderita diabetes mellitus perempuan sebanyak 57,1%, sedangkan berdasarkan umur diatas 50 tahun terdapat sebanyak 41 (73,2%) penderita diabetes mellitus. Penyakit penyerta yang sering menyertai penderita diabetes mellitus di Puskesmas Kuta Blang adalah hipertensi dengan gejala yang sering dialami yaitu kesemutan.
Kata kunci : Diabetes Mellitus, Obat, Glibenklamid, Metformin Hidroklorida
Tidak tersedia versi lain