SKRIPSI
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN TERHADAP KEJADIAN DEHIDRASI PADA REMAJA DI SMA NEGERI 1 JANGKA KABUPATEN BIREUEN
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN DAN JUMLAH KONSUMSI CAIRAN TERHADAP KEJADIAN DEHIDRASI PADA REMAJA DI SMAN 1 JANGKA KABUPATEN BIREUEN
Jihan Adilla1, Saiful Bakri2
ABSTRAK
Latar Belakang: Kelompok usia remaja rentan mengalami kekurangan cairan tubuh atau dehidrasi. Ini disebabkan karena berbagai faktor, seperti aktivitas fisik, suhu/iklim, pengetahuan, serta jumlah konsumsi cairan. Karena pengetahuan yang rendah, remaja mengaku mengonsumsi minuman hanya pada saat haus saja, sehingga hal ini dapat meningkatkan resiko terjadinya dehidrasi. Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan dan jumlah konsumsi cairan terhadap kejadian dehidrasi pada remaja di SMAN 1 Jangka Metode: Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian cross sectional dengan jumlah sampel 45 orang siswa. Penelitian ini dilakukan di SMA Negeri 1 Jangka di desa Jangka, kecamatan Jangka kabupaten Bireuen.
Hasil Penelitian: Responden laki-laki sebanyak 25 orang, perempuan 20 orang, umur 15 tahun sebanyak 8 orang, umur 16 tahun sebanyak 37 orang. Berat badan responden 39-41kg sebanyak 31 orang dan berat badan 42-43 kg sebanyak 14 orang. pengetahuan tinggi yaitu 5 orang, dan jumlah konsumsi yang normal sebanyak 1 orang. Kejadian dehidrasi pada 44 orang. Kesimpulan: Ada pengaruh yang signifikan antara tingkat pengetahuan dan kejadian dehidrasi ditandai dengan nilai ρ=0,004 (ρ˂0,05) dan ada pengaruh jumlah konsumsi cairan terhadap kejadian dehidrasi ditandai dengan nilai ρ=0,000 (ρ˂0,05). Saran: Diharapkan kepada remaja agar dapat menambah pengetahuan tentang air dan dehidrasi dengan cara lebih aktif mencari informasi dan giat membaca.
Kata Kunci: Dehidrasi, Pengetahuan, Jumlah Konsumsi Air
1 Mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Gizi Dan Dietetika, Poltekkes Aceh
2 Dosen Jurusan Gizi, Poltekkes Aceh
Tidak tersedia versi lain