SKRIPSI
PERBANDINGAN PENCUCIAN PERALATAN MAKAN DENGAN SISTEM PERENDAMAN DAN AIR MENGALIR TERHADAP JUMLAH KUMAN PADA PERALATAN MAKAN
PERBANDINGAN PENCUCIAN PERALATAN MAKAN DENGAN SISTEM PERENDAMAN DAN AIR MENGALIR TERHADAP JUMLAH KUMAN PADA PERALATAN MAKAN
Fauka Nuri, Khairunnisa, SKM, M.Kes
1 Mahasiswa Sarjana Terapan Kesehatan Lingkungan Poltekkes KemenkesAceh
2 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Peralatan makan yang digunakan untuk penyajian makanan harus memenuhi kriteria mulai dari bahan peralatan, keutuhan peralatan, fungsi dan kebersihat alat makan. Jumlah kuman merupakan salah satu indikator kebersihan alat makan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat Perbandingan Jumlah Angka Kuman Pada Peralatan Makan Dengan Sistem Perendaman Dan Air Mengalir di Kecamatan Lampeunerut. Metode penelitian secara kualitatif dengan melihat angka kuman. Jumlah sampel sebanyak 20 warung makan, alat makan yang di periksa adalah piring. Hasil uji laboratorium diketahui bahwa dari 20 warung makan semua peralatan makan ditemukan kuman, tetapi pada metode pencucian peralatan makan menggunakan air mengalir jumlah angka kuman lebih rendah daripada menggunakan metode perendaman. Hasil penelitian diperoleh bahwa semua peralatan makan di 20 warung makan tidak memenuhi persyaratan berdasarkan permenkes 1096/Menkes/SK/VI/2011 tentang Hygiene Sanitasi Jasa Boga bahwa peralatan makan yang digunakan harus memenuhi persyaratan kesehatan dan angka kuman tidak boleh melebihi 0 koloni/cm2 . Kepada para pedagang dan masyarakat disarankan menggunakan proses pencucian peralatan makan menggunakan air mengalir, karena terbukti lebih efektif menurunkan jumlah angka kuman.
Kata kunci : jumlah angka kuman, usap alat makan, pencucin peralatan
Tidak tersedia versi lain