SKRIPSI
PENGARUH BERBAGAI UKURAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleifera lamk.) SEBAGAI KOAGULAN TERHADAP KADAR BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) LIMBAH CAIR PABRIK TEMPE DIGAMPONG LAMTEUMEN BARAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2021
PENGARUH BERBAGAI UKURAN SERBUK BIJI KELOR (Moringa oleiferalamk.) SEBAGAI KOAGULAN TERHADAP KADAR BIOLOGICAL OXYGEN DEMAND (BOD) LIMBAH CAIR PABRIK TEMPE DIGAMPONG LAMTEUMEN BARAT KOTA BANDA ACEH TAHUN 2021
Alifa Zayani Fachruddin, Zulfikar, SKM, MPH
1 Mahasiswa Prodi DIV Sanitasi Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Limbah cair menimbulkan dampak negatif bagi manusia maupun lingkungan, maka perlu dilakukan penanganan terhadap limbah tersebut, Oleh karena itu diperlukan alternative untuk menurunkan kadar BOD pada limbah cair, Penelitian ini memanfaatkan biji kelor untuk menjernihkan air limbah diantaranya menurunkan turbiditas dari air limbah cair tahu sebesar 72,21%.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui Pengaruh Berbagai Ukuran Serbuk Biji Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) Sebagai Koagulan terhadap Kadar BOD Limbah Cair Pabrik Tempe di Gampong Lamteumen Barat Tahun 2021. Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Metode penelitian menggunakan sampel serbuk biji kelor dan limbah cair tempe. Analisis data menggunakan analisis inferensial menggunakan uji anova dan dilanjutkan dengan uji Least Significant Difference (LSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa serbuk biji kelor ukuran 10 mesh 12.579 mg/l, 50 mesh 14.405 mg/l dan 100 mesh 14.975 mg/l. Penurunan kadar Biological Oxygen Demand (BOD) positif dengan ukuran 10 mesh menghasilkan nilai tertinggi 7,54%. Dengan pengunaan ukuran serbuk biji kelor di ukuran 10 mesh merupakan ukuran serbuk yang tepat dalam menurunkan kadar Biological Oxygen Demand
(BOD) yang ada.
Kata kunci : Serbuk, Biji Kelor, Biological Oxygen Demand (BOD), Limbah Cair Tempe
Tidak tersedia versi lain