SKRIPSI
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KARIES GIGI PADA MURID KELAS V MIN 8 PEUKAN BADA KABUPATEN ACEH BESAR
HUBUNGAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN KARIOGENIK DENGAN KARIES GIGI DI MIN 8 PEUKAN BADA, ACEH BESAR
Paullia Salasti
Email : paullia17juli@gmail.com
Mahasiswa Prodi Terapi Gigi Jurusan Keperawatan Gigi Poltekkes Kemenkes Aceh
ABSTRAK
Karies merupakan kerusakan suatu jaringan keras gigi yaitu,dentin dan sementum yang disebabkan oleh aktivitas jasad renik dalam suatu karbohidrat yang diragikan. Faktor penyebab terjadinya karies gigi salah satunya adalah makanan kariogenik. Berdasarkan data awal pemeriksaan yang dilakukan pada 38 murid di MIN 8 Peukan Bada, Aceh Besar didapatkan rata-rata def-t sebesar 3,92 dengan kategori sedang dan rata-rata DMF-T sebesar 0,2 dengan kategori sangat rendah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi pada murid kelas V MIN 8 Peukan Bada, Aceh Besar. Penelitian ini bersifat analitik dengan desain cross sectional, dilaksanakan tanggal 8 sampai 10 maret 2021. Populasi dalam penelitian ini seluruh murid kelas V MIN 8 Peukan Bada, Aceh Besar. Sampel
dalam penelitian ini keseluruhan populasi. Pengumpulan data dengan cara pemeriksaan karies gigi dan wawancara mengenai frekuensi konsumsi makanan kariogenik menggunakan kuesioner. Analisa ini di uji secara statistik menggunakan program SPSS dengan uji Chi- Square dengan α 0,05. Hasil Penelitian menunjukkan frekuensi konsumsi makanan kariogenik yang rendah dengan nilai OHI-S sangat rendah sebanyak 1 orang (100%), dan frekuensi konsumsi makanan kariogenik yang sedang dengan nilai OHI-S sedang sebanyak
1 (50%) serta frekuensi konsumsi makanan kariogenik yang tinggi dengan nilai OHI-S tinggi sebanyak 20 (57%). Hasil uji statistik terdapat nilai P value = 0,004 < 0,05. Artinya dapat disimpulkan bahwa ada hubungan frekuensi konsumsi makanan kariogenik dengan karies gigi di MIN 8 Peukan Bada, Aceh Besar ( p value = 0,003 < 0,05 ).
Disarankan murid lebih memperhatikan waktu makan serta makanan yang dibeli, dan mengurangi frekuensi konsumsi makanan kariogenik. setelah mengkonsumsi makanan ada baiknya berkumur-kumur dan rutin menyikat gigi dua kali dalam sehari.
Kata Kunci : Frekuensi Konsumsi Makanan Kariogenik, karies gigi
Tidak tersedia versi lain