Karya Tulis Ilmiah
PENGARUH METODE PENYARIAN TERHADAP AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAUN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora L.) PADA BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Streptococcus mutans
ABSTRAK
Kopi robusta (Coffea canephora L.) merupakan tanaman yang memiliki khasiat untuk meningkatkan stamina, menurunkan tekanan darah, dapat menghangatkan tubuh dan antimikroba. Daun kopi mengandung alkaloid, saponin, tanin, flavonoid, Polifenol dan triterpenoid. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh perbedaan metode penyarian ekstrak etanol daun kopi robusta terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan yaitu aquadest, ekstrak etanol daun kopi robusta metode maserasi dan ekstrak etanol daun kopi robusta metode perkolasi. Uji mikrobiologi menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji mikrobiologi ratarata diameter zona hambat terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa yaitu pada ekstrak etanol daun kopi robusta menggunakan metode maserasi (9,31 mm), menggunakan metode perkolasi (8,20 mm), dan pada bakteri Streptococcus mutans rata-rata diameter zona hambat yaitu pada pada ekstrak etanol daun kopi robusta menggunakan metode maserasi (13.56 mm) dan menggunakan metode perkolasi (13,18 mm). Hasil uji anova yang diperoleh bahwa ekstrak etanol daun kopi robusta sangat berpengaruh (P=0,000) terhadap pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Streptococcus mutans. Setelah dilakukan uji lanjut Duncan menunjukkan bahwa ada perbedaan antar perlakuan dalam menghambat pertumbuhan bakteri Pseudomonas aeruginosa pada ekstrak etanol daun kopi robusta metode maserasi (P1) berbeda nyata dengan metode perkolasi (P2). Dan tidak ada perbedaan nyata pada ekstrak etanol daun kopi robusta metode maserasi (P1) dan metode perkolasi (P2) dalam menghambat pertumbuhan bakteri
Streptococcus mutans. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kopi robusta menggunakan metode maserasi berbeda nyata dengan metode perkolasi dengan diameter rata-rata menggunakan metode maserasi 9,31 mm dan metode perkolasi 8,20 mm dalam menghambat pertumbuhan Pseudomonas aeruginosa dan ekstrak etanol daun kopi robusta menggunakan metode maserasi tidak berbeda nyata dengan metode perkolasi dengan diameter rata-rata menggunakan metode maserasi 13.56 mm dan metode perkolasi 13,18 mm dalam menghambat pertumbuhan Streptococcus mutans.
Kata kunci : Antimikroba, Coffea canephora L., metode penyarian, Pseudomonas
aeruginosa, Streptococcus mutans.
Tidak tersedia versi lain