Karya Tulis Ilmiah
FORMULASI DAN UJI EFEKTIVITAS SALEP MINYAK ATSIRI JAHE (Zingiber officinale Roscoe) DALAM MENGHAMBAT BAKTERI Staphylococcus aureus
ABSTRAK
Jahe (Zingiber officinale Roscoe) mengandung metabolit sekunder berupa minyak atsiri yang memiliki aktivitas sebagai antibakteri. Penelitian ini bersifat eksperimental yang bertujuan untuk memformulasikan salep minyak atsiri jahe dengan konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), dan 35% (F3) serta menguji efektivitas terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan salep F0, F1, F2,dan F3 berbentuk setengah padat, berwarna putih sampai kuning muda, berbau basis salep (F0) dan F1,F2 dan F3 berbau khas jahe. Uji homogenitas sediaan salep F0, F1, F2, dan F3 menunjukkan hasil homogen. Uji daya sebar sediaan salep memiliki daya sebar berturut-turut 5,7 cm (F0), 6,2 cm (F1), 6,7 cm (F2), 7,0 cm (F3). Uji pH sediaan salep memiliki pH berturut turut 6,5 (F0), 5,6 (F1), 5,5 (F2), 5,4 (F3). Uji antibakteri K- dan F0 tidak terbentuk zona hambat Sedangkan F1, F2, F3, dan K+ memiliki diameter rata- rata zona hambat berturut - turut sebesar 8,70 mm (F1) dengan katagori (sedang), 12,24 mm (F2) dengan katagori (kuat), 15,99 mm (F3) dengan katagori (kuat), 20,37 mm (K+) dengan katagori (sangat kuat) terhadap bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji Anova menunujukkan bahwa salep minyak atsiri jahe (Zingiber officinale Roscoe) dengan varian konsentrasi 15%, 25%, dan 35% sangat berpengaruh (P = 0,00) terhadap pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus. Hasil uji Duncan menunjukkan aquades (K-) dan basis salep (F0) tidak berbeda nyata, akan tetapi antara K- dan F0 berbeda nyata dengan salep minyak atsiri jahe dengan varian
konsentrasi 15% (F1), 25% (F2), 35% (F3). Selain itu F1, F2, dan F3 juga berbeda nyata dengan salep gentamicin 0,1% (K+).
Kata kunci : Jahe (Zingiber officinale Roscoe), antibakteri, Staphylococcus
aureus
Tidak tersedia versi lain