Karya Tulis Ilmiah
GAMBARAN PENGGUNAAN ANTI BIOTIK PADA PASIEN BALITADENGAN DIAGNOSA ISPA NON PNEUMONIA DI PUSKESMAS SEKERAK KABUPATEN ACEH TAMIANG PERIODE JULI- DESEMBER 2019
ABSTRAK
Penyakit ISPA (Infeksi Saluran Pernafasan Akut) merupakan suatu masalah kesehatan utama di Indonesia karena masih tingginya angka kejadian ISPA terutama pada anak – anak dan balita. Salah satu penyakit ISPA adalah ISPA bukan pneumonia. Berdasarkan rekomendasi WHO (World Health Organization) penanganan ISPA bukan pneumonia pada balita cukup dengan pengobatan supportif dan tidak perlu pemberian antibiotik. Dinas Kesehatan Provinsi Aceh melakukan pengawasan terhadap penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas,dimana penggunaan antibiotik di tiap Puskesmas mempunyai indikator kesalahan dari peresepan antibiotik tersebut yaitu ≤ 20 %. Berdasakan hal tersebut, dilakukan penelitian mengenai evaluasi penggunaan antibiotik pasien balita dengan penyakit ISPA non pneumonia di Puskesmas Sekerak. Penelitian ini menggunakan desain penelitian desktriptif non analitik terhadap data sekunder berupa rekam medis dan resep obat. Pengambilan data secara prospektif dan diperoleh 99 sampel data untuk analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa a)Pasien balita laki laki lebih banyak yang terdiagnosa Ispa non Pneumonia dari pada pasien balita perempuan , b) PersentasePenggunaan antibiotik pada pengobatan ISPA Non Pneumonia pada balita sebesar 38,4 % melebihi batas standar indikator kesalahan penggunaan anti biotik yaitu < 20% dan c) Biotik yang banyak digunakan adalah Amoksisillin sebanyak 84,21 %, kemudian Kotrimoksazol sebanyak 13,16 % .
Kata Kunci: ISPA, ISPA bukan pneumonia, balita, antibiotic
Tidak tersedia versi lain