SKRIPSI
FAKTOR DETERMINAN RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA BALITA (LITERATUR REVIEW).
FAKTOR DETERMINAN RISIKO TERJADINYA STUNTING PADA BALITA TAHUN 2020 (LITERATUR REVIEW).
Rika Safia Della, Yulia Fitri 2, Noviyanti3
ABSTRAK
Latar belakang : Stunting merupakan masalah kesehatan masyarakat yang dapat
memberikan dampak bagi kelangsungan hidup anak, dampak yang diakibatkan
oleh stunting adalah dapat menyebabkan mortalitas dan morbiditas. Prevalensi stunting pada tahun 2013 sebesar 37,2% dan tahun 2018 sebesar 30,8% dengan target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah) tahun 2018 sebesar 28%.
Hal ini menunjukkan bahwa penurunan prevalensi kejadian stunting pada balita belum mencapai target RPJM (Rencana Pembangunan Jangka Menengah)
Tujuan Penelitian: Untuk melakukan review pada beberapa literature terkait
faktor determinan risiko terjadinya stunting pada balita.
Metode Penelitian : Metode penelitian menggunakan studi literature yaitu
menggunakan jurnal sebagai literature sebanyak 7 jurnal yang terdiri dari 1 jurnal International dan 6 jurnal National.
Hasil Penelitian : diketahui bahwa ada hubungan antara pengetahuan,
pendapatan, riwayat pemberian ASI Eksklusif, jarak kelahiran dengan kejadian stunting pada balita.
Kesimpulan Dan Saran : Faktor paling dominan yang menyebabkan stunting
adalah faktor pengetahuan. Diharapkan bagi petugas kesehatan untuk
meningkatkan pelayanan kesehatan dan memberikan informasi kepada masyarakat
khususnya stunting pada balita.
Kata Kunci : Pengetahuan, pendapatan, riwayat pemberian ASI Eksklusif, jarak kelahiran dan stunting pada balita.
1 Mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
3 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain