SKRIPSI
LITERATUR REVIEW: EFEKTIVITAS PEMBERIAN AGAR-AGAR LIDAH BUAYA (ALOE VERA L) DAN EKSTRAK BUAH DELIMA (PUNICA GRANATUM L) TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR
LITERATUR REVIEW: EFEKTIVITAS PEMBERIAN AGAR-AGAR LIDAH BUAYA (ALOE VERA L) DAN EKSTRAK BUAH DELIMA (PUNICA GRANATUM L) TERHADAP KEJADIAN KEPUTIHAN PADA WANITA USIA SUBUR
Rajul Aulia1, Putri Santy2, Yulia Fitri3
ABSTRAK
Latar belakang : Prevalensi wanita yang mengalami keputihan di Indonesia sangat besar, lebih dari 75% wanita di Indonesia pernah mengalami keputihan paling tidak satu kali dalam hidupnya. Wanita Indonesia sebanyak 70% mengalami keputihan yang disebabkan oleh jamur dan parasite seperti cacing kremi atau protozoa dan sekitar 90% wanita berpotensi mengalami keputihan karena negara Indonesia adalah daerah yang beriklim tropis, sehingga jamur mudah tumbuh dan berkembang yang mengakibatkan banyaknya kasus keputihan pada perempuan Indonesia. Penanganan yang sering dilakukan wanita untuk mengatasi keputihan adalah dengan menggunakan lidah buaya dan ekstrak buah delima.
Tujuan Penelitian: Untuk mengetahui efektivitas pemberian agar-agar lidah buaya dan ekstrak buah delima terhadap kejadian keputihan pada wanita usia subur.
Metode Penelitian : Metode penelitian menggunakan studi Literature yaitu menggunakan jurnal sebagai literature.
Hasil Penelitian : Pemberian agar-agar lidah buaya efektif mengatasi keputihan, dimana terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian lidah buaya, karena lidah buaya mengandung antibakteri. Pemberian ekstrak buah delima efektif mengatasi keputihan, dimana terdapat perbedaan nilai rata-rata sebelum dan sesudah pemberian ektsrak buah delima, karena buah delima mengandung alkaloid dan flavonoid yang berfungsi untuk menghambat pertumbuhan jamur candida albicans dengan p value 0,001 (Kustanti, 2016).
Kesimpulan Dan Saran : lidah buaya lebih efektif dalam mengatasi keputihan dibandingkan buah delima. Diharapkan bagi petugas kesehatan agar menerapkan pemberian lidah buaya dan buah delima dapat dijadikan prosedur tetap sebagai pelayanan kesehatan reproduksi untuk menangani keputihan secara non farmakologi.
Kata Kunci : Lidah buaya, buah delima dan keputihan
1 Mahasiswa Prodi D-IV Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
2 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
3 Dosen Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Aceh
Tidak tersedia versi lain